Telan Korban Jiwa, Komisi C Segera Panggil Pelaksana Pembangunan Hotel Awann Sewu

Semarang, Mediajateng.net, – Insiden robohnya tembok pembatas saat pembangunan Hotel Awann Sewu di Jalan Simpang No 11 yang menelan korban jiwa empat pekerja pada Selasa (21/7), menjadi perhatian serius kalangan DPRD Kota Semarang.

Menyikapi hal itu, dalam waktu dekat Komisi C DPRD Kota Semarang, yang membidangi pembangunan dan infrastruktur,  akan memanggil pemilik atau pelaksana proyek pembangunan dan dinas terkait pembangunan hotel yang tak jauh dari Balai Kota Semarang ini.

Menurut Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, HM. Rukiyanto, ia mengaku sangat terkejut dan prihatin terkait insiden pembangunan Hotel Awan Sewu belum lama ini. Rencananya dinas terkait, pemilik dan pelaksana pembangunan akan dipanggil untuk klarifikasi.

“Karena ini menyangkut keselamatan jiwa, apalagi kemarin ada korban. Disamping hotel yang dibangun ini kan ada rumah warga, tentu membahayakan,”katanya Kamis (23/7) kepada mediajateng.

Politisi PDI-Perjuangan ini menuturkan jika dirinya baru tahu ada pembangunan hotel yang letaknya ada di samping DP Mall setelah mendengar berita adanya korban jiwa akibat kecelakaan kerja.

“Saya baru tahu, kalau dilihat posisinya sebenarnya tidak memungkinkan untuk dibangun hotel,” jelasnya.

Maksudnya, lanjut Rukiyanto, pembangunan hotel ini juga menyangkut tentang lahan parkir, analisis dampak lalu lintas (Andalalin), lingkungan dan lain sebagainya. Terlebih jalan menuju ke pembangunan hotel ini adalah jalan sempit.

“Kita akan tanyakan ke pemilik, dinas terkait seperti Distaru dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” ujarnya.

Distaru dan DLH, menurut Rukiyanto akan dimintai keterangan tentang dampak lingkungan, andal lalin hingga masalah perijinan. Dampak-dampak yang ada ini, harus diperhatikan dengan cermat agar kedepannya tidak ada yang dirugikan, sebut saja warga sekitar ataupun tamu hotel yang menginap ketika hotel tersebut beroperasi.

“Pekan depan akan kami panggil, harapannya bisa datang. Kami siap membantu jika memang ada masalah. Harapannya kesulitan parkir, ataupun kemacetan dan keamanan warga tetap diperhatikan, sehingga tidak ada yang dirugikan,” tegasnya.

Komisi C, lanjut dia, pada dasarnya memberikan dukungan jika ada investor yang membangun hotel ataupun apartement di Kota Semarang. Namun perlu digarisbawahi, asalkan sesuai dengan ketentuan ataupun peraturan yang sudah dibuat Pemerintah Kota Semarang.

“Kita dukung, ini bukti jika Semarang berkembang pesat dan dilirik investor,” pungkasnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, empat perkerja dan beberapa luka-luka karena robohnya tembok pembatas  pembangunan Hotel Awan Sewu, yang tingginya empat meter dengan panjang sekitar 20 meter Selasa (21/7) kemarin. Sampai saat ini, kasus tersebut sedang diselidiki oleh pihak kepolisian guna mencari penyebab rubuhnya tembok pembatas tersebut. (ot/mj)