Sukses Dalam Konservasi dan Efisiensi Energi, Semen Indonesia Raih Penghargaan Subroto

JAKARTA, Mediajateng.net – Bagi sebagian orang bias saja menilai
kijnerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bekerja asalpun akan tetap
dimanja oleh pemerintah. Namun hal itu jauh dari pemikiran manajemen
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban.

Dimana, untuk bias meraih penghargaan Subroto, yakni penghargaan
tertinggi di Bidang Efisiensi Energi kategori Manajemen Energi pada
Industri dan Bangunan Gedung sub kategori inovasi khusus (special
submission) dari Kementerian ESDM kerja keras telah dilakukan
manajemen.

Dalam rilisnya kepada Mediajateng.net, Sabtu (29/9) dijelaskan
penghargaan yang diserahkan Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar kepada Direktur Utama Semen
Indonesia, Hendi Prio Santoso di XXI Ballroom – Djakarta Theater,
Jumat (28/9). Merupakan bukti kerja keras yang dilakukan perusahaan
plat merah tersebut.

Penghargaan Subroto merupakan apresiasi Kementerian ESDM kepada
stakeholders serta mempromosikan keberhasilan penerapan efisiensi dan
konservasi energi yang dimulai sejak tahun 2012.

Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso mengatakan
keberhasilan Semen Indonesia meraih penghargaan Subroto merupakan
bukti nyata perusahaan yang telah melakukan berbagai inovasi di bidang
konservasi dan efisiensi energi khususnya di Pabrik Tuban.

Lebih lanjut Hendi Prio Santoso mengatakan inovasi bidang konservasi
dan efisiensi energi yang telah dilakukan perusahaan diantaranya
pemanfaatan biomass dan limbah B3 sebagai bahan bakar alternatif untuk
pengganti bahan bakar fosil, Pengoperasian WHRPG yakni Waste Heat
Recovery Power Generation sebagai pembangkit listrik yang berasal dari
panas gas buang sebesar 30 MW,

Pemakaian batubara rendah kalori yakni di bawah 4000 kkal sebagai
bahan bakar dan pembangunan Central Coal Storage untuk
mengintegrasikan kualitas batubara, Modifikasi cyclone SP untuk
optimasi pembakaran dan modifikasi peralatan lainnya yang hemat energi
dan Peningkatan produksi Blended Cement melalui material ke-3 untuk
mengurangi pemakaian clinker.

“Perseroan juga melaksanakan Sistem Manajemen Energi sesuai dengan
Peraturan Menteri ESDM no. 14 tahun 2012 tentang Manajemen Energi.
Sejak tahun 2015, Perseroan telah memiliki Struktur Organisasi Tim
Manajemen Energi yang bertugas melaksanakan program konservasi dan
efisiensi energi,” katanya.

“Perseroan juga telah telah memiliki Manajer Energi dan Auditor Energi
yang telah tersertifikasi oleh LSP HAKE dan setiap tahun telah
melaporkan pemakaian energi ke Kementerian ESDM melalui POME
(Pelaporan Online Manajemen Energi)” jelasnya.

Dari hasil implementasi program pada tahun 2017 Semen Indonesia
berhasil menurunkan intensitas pemakaian energi panas sebesar 18,8%
(baseline tahun 2014) dan menurunkan intensitas pemakaian energi
listrik sebesar 6,0% (baseline tahun 2014).

Implementasi program efisiensi energi juga berdampak langsung pada
penurunan emisi gas CO2. Emisi gas CO2 yang bisa diturunkan hingga
tahun 2017 sebesar 9,14% (baseline tahun 2014).

“Keberhasilan meraih penghargaan ini merupakan momentum yang tepat
bagi perusahaan untuk lebih berperan aktif dalam menciptakan inovasi
diberbagai bidang sehingga Perseroan selalu menjadi perusahaan yang
unggul dan memiliki daya saing yang tinggi,” pungkasnya.

Comments are closed.