Semarang Kembali Menjadi Tuan Rumah Pusat Promosi Wisata dan Kerajinan

SEMARANG, Mediajateng.net – Peningkatan potensi wisata terus didorong dengan berbagai cara. Pameran wisata dan kerajinan, salahsatunya, sebagai ajang promosi.

Direktur Utama PT. Aira Mitra Media, Drs Nurhadi, menjelaskan bahwa jalan  bagi pariwisata, kerajinan, segi investasi serta agribisnis serta pangan agar bisa dikenal oleh masyarakat luas salah. “Harus ada wadah bagi para pelaku usaha ini, salah satunya dengan pameran yang digelar secara berkala dibeberapa daerah ataupun diseluruh kota yang ada di Indonesia,” katanya saat membuka 3rd Semarang Tourism, craft and ivesment expo bersama pameran agribisnis dan pangan di Java Mall, kemarin.

Pameran yang digelar hingga 6 November ini merupaan kali ketiga di Semarang dan diikuti 27 peserta dengan 60 stand kerajinan, produk usaha menengah kecil dan mikro (UMKM), agribisnis dan potensi pangan yang ada.

“ Kami coba mengangkat dan membantu para pelaku usaha untuk bisa dikenal dan mempromosikan pariwisata yang ada di daerahnya. Ini bukti komitmen kami agar pariwisata dan sektor lainnya yang ada bisa dikenal khalayak luas,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten IV Bidang Adminstrasi dan Umum, Dra Agustin Lusin Dwimawati, SH yang mewakili Walikota Semarang, Hendar Priihadi menjabarkan bahwa Kota Semarang kini cocok bagi iklim investasi dan pariwisata. Terlebih beberapa event dengan skala nasional ataupun internasional telah banyak digelar di ibu kota Jawa Tengah ini.

“Event seperti ini tentu memberikan manfaat positif bagi para pelaku usaha di Semarang ataupun daerah lainnya, karena produknya bisa dikenal. Mereka (pelaku usah,red) pun bisa bertukar link dan informasi tentang pemasaran produk mereka dan memperluas relasi,” kata dia.

Saat ini investasi di Kota Semarang mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2014 realisasi investasi mencapai Rp7,925 Triliyun, sementara di tahun 2015 realisasi naik menjadi Rp 9,570 Triliyun dan pada triwulan III  tahun 2016, nilai realisasi investasi sudah menyentuh angka Rp 7,141 trilyun. (MJ-069)

Comments are closed.