Wonosobo, MediaJateng.Net – Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-36 Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Wonosobo berlangsung khidmat dan meriah, Rabu 22 April 2026 di Pendopo Selatan. Harlah dihadiri ribuan anggota IPHI se-Kabupaten Wonosobo.
Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi spiritual dan sosial bagi para alumni haji untuk memperkuat peran pengabdian di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai ta’aruf yang berlangsung semarak, menampilkan identitas dan kekhasan masing-masing wilayah.
Di sisi lain, bazar UMKM dari tiap kawedanan juga menjadi etalase geliat ekonomi lokal yang tumbuh seiring semangat kebersamaan.
Ketua PD IPHI Wonosobo, KH. Muslim Syarifudin menyampaikan, rangkaian Harlah tahun ini dirancang tidakbhanya sebagai perayaan, tetapi juga refleksi.
Dimana, sehari sebelumnya, jajaran pengurus dan anggota melaksanakanb ziarah ke makam para pahlawan serta para mantan Ketua IPHI Wonosobo sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka.
Ia juga menegaskan bahwa IPHI memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai kemabruran haji dalam kehidupan sosial.
“IPHI bukan sekadar organisasi, tetapi wadah untuk merawat spirit ibadah agar terus hidup dalam tindakan nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas kontribusi IPHI selama ini.
Menurutnya, IPHI memilikib posisi strategis sebagai penguat nilai-nilai sosial keagamaan dan perekat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Tema yang diangkat tahun ini, ‘Dengan Semangat Haji Mabrur, Kita Tingkatkan Pengabdian Terbaik untuk Negeri’, bukan hanya slogan, tetapi panggilan moral untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Bupati.
Afif juga menekankan pentingnya menjaga sinergi antar organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkarakter.
Sementara itu, Ketua PW IPHI Jawa Tengah, H. Masrifan Djamil, menyebut Wonosobo sebagai salah satu daerah dengan dinamika kegiatan IPHI yang sangat progresif.
“Kami melihat bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah dan IPHI mampu menghadirkan program yang variatif, hidup, dan berdampak. Ini menjadi contoh baik bagi daerah lain. Arah gerak IPHI tetap satu, yakni menjaga dan melestarikan kemabruran haji agar tercermin dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Melalui peringatan Harlah ke-36 ini, IPHI Kabupaten Wonosobo diharapkan semakin memperkokoh perannya sebagai motor penggerak nilai-nilai keagamaan yang inklusif dan berdampak.
Semangat haji mabrur pun diharapkan tidak hanya menjadi identitas, tetapi menjadienergi kolektif dalam membangun masyarakat Wonosobo yang religius, harmonis, dan berdaya.***












