Pengambilan Api Asian Games Diiringi Tujuh Bidadari

GROBOGAN, Mediajateng.net – Tahun ini, Indonesia didaulat sebagai tuan rumah untuk pesta olahraga se negara Asia yang kerap disebut Asian Games. Sebagai tuan rumah, sebelum diadakan pembukaan dilakukan pengambilan Api Asian Games di sumber api yang tidak pernah kunjung padam yakni, Api Abadi Mrapen, yang terletak di desa Manggarmas kecamatan Godong.

Sejak Rabu (18/7/2018) pagi, suasana berbeda terlihat di lokasi wisata Api Abadi Mrapen. Ratusan personel kepolisian bersama Satpol PP dan juga petugas Linmas berjaga di sekitar kompleks sumber api peninggalan Sunan Kalijaga tersebut.

Tampak petugas dari Satlantas Polres Grobogan sibuk mengatur jalannya lalu lintas di sepanjang jalan Godong-Purwodadi tersebut. Bahkan, sesekali mereka memperingatkan beberapa supir angkutan berat seperti bus dan truk agar tidak melintas di jalur ini hingga pukul 11.00.

Suasana semakin ramai ketika rombongan Bupati Grobogan, Sri Sumarni beserta jajarannya sampai di lokasi acara. Mereka langsung masuk ke lokasi acara sembari menunggu kedatangan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani beserta rombongan dari Semarang.

Selain dihadiri Menko PMK Puan Maharani, kegiatan ini juga dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo beserta jajaran Forkopimda Jawa Tengah, ketua INASGOC Erick Thohir, Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. Djoko Udjianto, Wakapolri Komjen Pol Syarifuddin, Bupati Grobogan Hj Sri Sumarni beserta jajarannya serta Bupati Demak HM Natsir.

Dalam sambutannya Menko PMK Puan Maharani mengatakan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games yang kedua.

“Ini adalah kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games. Kali pertama, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1962 atau 56 tahun yang lalu. Dan ini adalah sejarah yang terulang. Obor dari Api Abadi Mrapen ini nantinya akan diarak ke Prambanan untuk dipadukan dengan obor dari api yang sudah diambil dari Negara India,” kata Puan

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada tamu dan rombongan di Kabupaten Grobogan ini.

“Selamat datang di kabupaten Grobogan. Api Abadi Mrapen ini sudah terkenal, terbukti beberapa event besar mengambil apinya dari sini, baik dalam penyelenggaraan event olahraga maupun upacara keagamaan,” ucap Gubernur

Ditambahkan Ganjar, simbol api ini diharapkan menjadi semangat yang tidak pernah padam.

“Semoga simbol api ini dapat memberikan semangat seperti bara api Mrapen yang tak pernah padam. Asian Games nanti juga harus semarak dan sukses. Jangan sampai kalah dengan piala dunia di Rusia kemarin,” ungkapnya.

Dalam prosesi pengambilan api abadi Mrapen ini kental dengan nuansa yang sangat Indonesia. Yakni adanya tarian Joko Tarub dan Tujuh Bidadari yang terinspirasi dari cerita daerah Kabupaten Grobogan ini. Tujuh bidadari tersebut diperankan oleh tujuh Putri Indonesia.

Ketujuh Putri Indonesia tersebut yakni Zivanna Letisha (2008), Maria Selena (2012), Whulandary (2013), Anindia Putri (2015), Kezia Warouw (2016), Bunga Jelitha (2017), dan Kevin Liliana (2017). Terlihat mereka menggunakan pakaian tradisional dari tujuh daerah yang berbeda. Dengan gerakan tarian yang lemah gemulai, mereka berhasil memukau para tamu undangan yang hadir.

Setelah prosesi pengambilan api abadi Mrapen, api kemudian dimasukkan ke tempat penyimpanan inner box untuk selanjutnya diserahkan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dari Ganjar Pranowo, api diserahkan kepada mantan atlet tenis peraih empat medali emas Asian Games, Yustedjo Tarik. Selanjutnya, obor tersebut diarak menuju Candi Prambanan. (Ag-MJ)