Ingin Dapat Banpres Produktif? Pelaku Usaha Harus Punya NIB dan IUMK

Pelaku Usaha Segera Urus NIB dan IUMK Agar Dapat Banpres Produktif

Semarang, mediajateng.net, – Pemkot Semarang meminta para pelaku usaha untuk segera mengurus nomor induk berusaha (NIB) dan ijin usaha mikro kecil (IUMK) untuk mendapatkan Banpres Produktif sebesar Rp 2,4 juta dari Kementrian Koperasi dan UKM.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Bambang Suranggono mengatakan, pelaku UMKM di Semarang bisa mendapatkan kesempatan mendapatkan bantuan tersebut yang nantinya ditransfer melalui rekening.

“Syaratnya adalah memiliki NIB dan IUMK, nah kita dorong agar pelaku usaha yang belum punya bisa membuatnya melalui OSS,” katanya saat ditemui di Pendopo RW 1 Kelurahan Mangkang Wetan, Senin (19/10) kemarin.

Secara keseluruhan, lanjut Bambang, pemerintah pusat mengalokasikan bantuan untuk 12 juta pelaku UMKM di Indonesia. Pada tahap I kemarin, Dinas dan BPKP Provinsi Jateng mengajukan 18.967 pelaku usaha ke pemerintah pusat. Setelah dilakukan verifikasi, ada 15.701 pelaku UMKM di Semarang yang berhasil mendapatkan bantuan ini.

“Anggaran bantuan setara dengan Rp 30 miliar, progresnya tahap I ini sedang tahap pencarian. Bantuan ini bisa dijadikan modal, para pelaku usaha ditengah pandemi,” bebernya.

Sementara untuk pengajuan tahap kedua banpres produktif, pihaknya kembali mengusulkan 16.767 pelaku usaha. Saat ini masih dalam taraf verifikasi di kementerian. Kemudian pengajuan pada tahap ketiga, lanjut dia, dinas tingkat kabupaten/kota dijadikan pengusul penerima bantuan yang harus mulai awal Oktober sampai akhir November mendatang.

“Kita targetkan sebanyak-banyaknya pelaku usaha di Semarang bisa terdaftar. Agar modal kerja mereka bisa bertambah,” beber dia.

Dinas Koperasi dan UMKM lanjut dia, memperbanyak titik pelayanan agar bisa menjangkau pelaku UMKM yang belum terdaftar di dinas ataupun baru memulai usaha. Seperti di Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Semarang Tengah dan Gerai Kopimi yang ada dibeberapa titik.

“Antusiasmenya sangat tinggi, hari ini saja di Mangkang Wetan ada 59 pelaku usaha yang mendaftar, di Semarang Tengah ada 30 pelaku usaha dan di gerai Kopimi ada 21 pelaku usaha. Kesulitan mereka biasanya lantaran pembuatan ijin ini dilakukan melalui OSS,” jelasnya.

Untuk jumlah pelaku UMKM yang terdaftar di dinas, sampai saat ini ada sekitar 18.767 pelaku usaha. Pandemi lanjut dia, membuat masyarakat malah aktif melakukan usaha kecil. Kelompok atau komunitas usaha yang baru masuk diantara UMKM jasa seperti ojek online, fotografi. Selain itu juga kelompok budaya seperti seniman.

“Penambahannya mencapai dua ribuan pelaku usaha. Tapi kebanyakan dari mereka belum tercatat karena memang belum mengajukan ijin ke dinas,” katanya.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, mengapresiasi Dinas Koperasi dan UMKM yang bergerak cepat dengan cara melakukan penjaringan pelaku usaha.

“Sangat responsif, apalagi UMKM ini juga terdampak pandemi, dengan memiliki ijin untuk diajukan mendapatkan bantuan, tentu bisa meringankan beban,” tambahan. (ot/mj)