Semarang

Malam Takbiran Membara di Gombong: Serunya Atraksi Seni Api Abid dari Dusun Brangkal

×

Malam Takbiran Membara di Gombong: Serunya Atraksi Seni Api Abid dari Dusun Brangkal

Sebarkan artikel ini

GOMBONG, MediaJateng.Net – Suasana malam takbiran di Dusun Brangkal, Desa Klopogodo, Kecamatan Gombong, terasa berbeda. Di tengah gema takbir yang menggema, cahaya api menari-nari menghiasi langit malam melalui atraksi seni tradisional yang dikenal dengan nama Abid.

Seni Abid merupakan permainan api yang dimainkan secara berkelompok menggunakan tongkat bambu. Kedua ujung tongkat dibalut karung goni, diikat kawat, lalu disiram minyak tanah agar mudah dinyalakan. Saat api menyala, tongkat diputar dengan teknik khusus, menciptakan gerakan dinamis yang memukau.

Kata “Abid” sendiri merujuk pada aktivitas “diobad-abid” atau diputar-putar. Namun, di balik keindahan visualnya, seni ini bukan sekadar hiburan.

“Permainan ini merupakan aktivitas positif yang didampingi pelatih. Dibutuhkan keterampilan dan latihan khusus, serta tidak mengandung unsur magis,” jelas Khizamul Wafa, salah satu pelatih Abid.

Lebih dari itu, seni Abid memiliki nilai pembinaan karakter. Tradisi ini menjadi sarana bagi para pemuda untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni, budaya, sekaligus nilai-nilai keislaman.

“Atraksi ini bertujuan membentuk karakter pemuda agar mencintai agama, sekaligus melestarikan tradisi khas Dusun Brangkal,” tambahnya.

Atraksi Abid digelar bertepatan dengan malam takbiran, Jumat (20/3/2026), diawali dari halaman MI Muhammadiyah Klopogodo. Kegiatan ini semakin meriah dengan pawai obor yang mengelilingi desa, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan.

Beragam variasi permainan api ditampilkan dalam pertunjukan ini. Mulai dari tongkat api yang diputar dengan gerakan atraktif, hingga pelek api—lingkaran besar dari pelek sepeda yang menyala, tempat pemain melompat masuk dan keluar dengan lincah.

Tak kalah menarik, ada juga toya, yaitu tongkat api yang dimainkan dua orang layaknya duel, serta streng atau lompat tali berapi, di mana seorang pemain melompat di antara tali yang berputar dan menyala.

Setiap atraksi menghadirkan sensasi tegang sekaligus kagum, namun tetap dikemas dalam pengawasan dan latihan yang matang.

Di tengah arus modernisasi, seni Abid menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap hidup dan mampu beradaptasi. Cahaya api yang berputar bukan hanya hiburan, tetapi juga simbol semangat masyarakat dalam menjaga warisan budaya.

Malam takbiran di Dusun Brangkal pun tak sekadar merayakan kemenangan, tetapi juga merawat identitas dan kebersamaan melalui seni yang membara.***