Lewat Cara Ini, SMKN 1 Sayung Tata Moral Siswanya

DEMAK, Mediajateng.net – SMKN 1 Sayung, menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa, Jumat (19/1/2018).

Acara yang berlangsung di halaman sekolah tersebut, diikuti seluruh civitas akademika.

Gelar doa bersama untuk bangsa  diawali pembacaan Asmaul Husna oleh
Amaliya Nur Khamidah, siswi kelas XI Jurusan Tata Busana dan dilanjutkan Istigoshah oleh Edi Subhan guru senior SMKN 1 Sayung.

Para dewan guru, staff, karyawan dan siswa – siswi SMKN 1 Sayung, nampak larut dalam doa bersama.

“Doa bersama ini bagian dari pembentukan karakter siswa. Semoga anak – anakku semua menjadi generasi cerdas berakhlak mulia,” kata Sutoko, Kepala SMKN 1 Sayung.

Olah jiwa merupakan salah satu program pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah yang memiliki lima jurusan tersebut, yakni Teknik Pengelasan, Teknik Sepeda Motor, Rekayasa Perangkat Lunak (komputer), Tata Busana dan Tata Boga.

Menurutnya, pendidikan karakter di sekolah merupakan proses pembentukan pribadi peserta didik agar menjadi manusia seutuhnya yang memiliki karakter baik meliputi kejujuran, tanggung jawab, cerdas, bersih dan sehat, peduli, dan kreatif.

“Olah jiwa ini berkaitan dengan perasaan sikap, keyakinan dan keimanan, sehingga nantinya dapat membentuk karakter siswa yang jujur dan tanggungjawab,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Arifudin Zakaria, menambahkan, selain olah jiwa, ada program pendidikan karakter lainnya, yakni olah raga, olah rasa dan olah nalar.

Program pembentukan karakter tersebut dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalarn pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma.

“Program pembentukan karakter siswa ini, dilaksanakan setiap Hari Jumat,” bebernya.

Olah raga dilaksanakan setiap minggu pertama. Kemudian olah rasa pada minggu kedua, adapun kegiatannya berupa kebersihan lingkungan.

Sedangkan Jumat keempat diadakan olah nalar yang kegiatannya membaca buku, sebagai bagian gerakan literasi.

“Adanya program olah raga, olah rasa, olah jiwa dan olah nalar, agar siswa kita tidak hanya memiliki pengetahuan saja, tapi juga memiliki kepribadian unggul,” katanya. (MJ-048)