Ini Jalan yang Akan Ditempuh Bung Dirman untuk Menang di Pilgub Jateng

SEMARANG, Mediajateng.net – Berlaga di Pilgub Jateng, calon gubernur yang diusung Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional, Sudirman Said bakal menggunakan metode kampanye yang digunakan untuk memenangkan Anies
Baswedan – Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Bung Dirman, sapaan karibnya usai mengukuhkan 152 relawan eks karesidenan dan kabupaten/kota di Hotel UTC, jalan Kelud Semarang, Minggu (17/12). “Namun tidak semua
metode kita pakai,” kata dia.

Bung Dirman menjelaskan, jurus-jurus Anies – Sandi yang perlu diterapkan untuk berlaga di Pilgub Jawa Tengah adalah pertama soal militansi. “Jalinan kerja tim Anies – Sandi sangat militan,
karena seperti yang kita ketahui bahwa di Pilkada DKI Jakarta kemarin yang dilawan adalah raksasa, sebagaimana di Jawa Tengah ini. Soliditas dan militansi tim sangat menentukan,” jelasnya.

Terlebih, kata dia, wilayah Jawa Tengah ini sangat luas, bahkan lima kali lipat dari luas DKI Jakarta. “Berjuang di Jawa Tengah ini memerlukan militansi yang luar biasa, bahkan, jika dibandingkan secara luas wilayah, jika untuk menang di DKI Jakarta kita perlu 1 militansi, di Jawa Tengah harus lima kali lipatnya,” kata dia.

Kedua, lanjut Bung Dirman, adalah rasa memperjuangkan idealisme. Idealisme yang kita bawa, kata dia, adalah idealisme menuju perubahan. “Jika pemimpin yang lama tidak mampu membawa kondisi
masyarakat menuju ke arah yang lebih baik, masak dipertahankan? kita harus menuju perubahan,” tandas dia.

Disinggung soal penggunaan isu SARA, Bung Dirman mengatakan bahwa kondisi di Jawa Tengah dan Jakarta sangat berbeda. Selain itu, iklim masyarakat di Jawa Tengah ini cenderung ayem tentrem.
“Pilihannya ya harus menyesuaikan kondisi masyarakat, harus kampanya yang menyejukkan dan cantik,” kata dia.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa tidak benar jika pada Pilkada DKI Jakarta kemarin tim Anies – Sandi memanfaatkan isu SARA. Dia menyebut bahwa yang terjadi di Jakarta kemarin adalah
proses demokrasi yang luar biasa. “Jika kami menggunakan isu SARA, tidak mungkin ada TPS yang dimenangkan pasangan nomor urut dua seratus persen,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, pada Pilkada DKI Jakarta kemarin, mantan menteri ESDM tersebut berperan sebagai Ketua Tim Transisi pasangan Anies – Sandi. (MJ-017)