SAR Gabungan Evakuasi Pendaki di Kawah Gunung Slamet di Tengah Kepungan Gas Belerang. Foto: Mediajateng.net/ Humas SAR Semarang

Dramatis! Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki di Kawah Gunung Slamet di Tengah Kepungan Gas Belerang

admin
By
admin
3 Min Read

Media Jateng, Tegal — Proses evakuasi yang menegangkan dan penuh risiko dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di Gunung Slamet, Selasa 18 Agustus 2026. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh ke dalam kawah sedalam belasan meter saat asyik berswafoto.

Medan yang ekstrem serta ancaman gas belerang yang beracun membuat operasi penyelamatan ini harus dilakukan dengan tingkat kehati-hatian yang sangat tinggi.

Koordinator Lapangan SAR Gabungan, Handika Hengky, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika empat orang pendaki melakukan pendakian. Salah satu korban, M. Fahri Maulana, tak sengaja terpeleset dan jatuh akibat pijakan tanah yang tiba-tiba amblas saat ia berswafoto di bibir kawah.

“Kronologis kejadian, empat pendaki naik. Satu pendaki, M. Fahri Maulana, terjatuh saat swa foto. Pijakan tanah amblas, sehingga pendaki jatuh di kedalaman sekitar 15-20 meter,” ujar Handika.

Tiga Tim Diterjunkan, Hadapi Medan Ekstrem Kawah
Mendapat laporan darurat dari Posko Induk Basecamp Sawangan di Dusun Sawit/Sawangan, Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Tim SAR Gabungan tak buang waktu. Sebanyak tiga tim khusus langsung diterjunkan mendaki menuju titik kawah Gunung Slamet untuk melakukan penyelamatan darurat.

Petugas di lapangan dihadapkan pada tantangan berat. Selain kedalaman kawah yang mencapai 15 hingga 20 meter, tim penyelamat harus berjibaku dengan pekatnya bau belerang beracun yang mengancam keselamatan jiwa mereka sendiri.

Dalam operasi evakuasi tersebut, tim SAR menggunakan peralatan mountaineering khusus untuk mengikat dan mengangkat korban dari dasar kawah secara perlahan dan terukur.

Korban Ditemukan, Kondisi Telah Meninggal Dunia
Ketegangan mencapai puncaknya ketika salah satu personel Tim SAR yang turun ke dasar kawah, Jarwo, melaporkan perkembangan situasi melalui radio HT. Dari laporan visual dan pengecekan langsung di lokasi, korban berhasil dijangkau oleh petugas.

Namun, duka menyelimuti akhir operasi penyelamatan ini. Berdasarkan pengecekan sementara di dasar kawah, korban dipercayai sudah tidak bernyawa akibat insiden tersebut.

“Korban sempat saya pegang kondisinya sudah tidak bernyawa. Meninggal dunia,” ungkap Jarwo dalam video laporan yang dibagikan oleh SAR Gabungan Semarang.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan terus berupaya merampungkan proses pengangkatan jenazah korban dari dalam kawah untuk kemudian dievakuasi turun menuju posko induk. Insiden ini sekaligus menjadi pengingat keras bagi para pendaki agar senantiasa mengutamakan faktor keselamatan dan kewaspadaan tinggi saat berada di kawasan kawah aktif.

Share This Article