Dibalik Misteri Pembunuhan Dokter Nanik Trimulyani

Semarang – medijateng.net

Suasana rumah di Jalan Plampitan No.58 , Kelurahan Bangunharjo, Semarang Tengah tampak lenggang. Rumah sekaligus kos kosan yang terletak di depan SMP 36 ini milik dr Nanik Trimulyani seorang dokter spesialis rehabilitasi medik dan kardiologi di RS Telogerojo Semarang.

Dokter Nanik yang juga merupakan Dosen kardiologi medik di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro ini ditemukan tewas di sebuah parit Banjarnegara dalam kondisi mulut dilakban dan tangan diikat.

Dari keterangan salah satu tetangga korban dokter Nanik yang membuka praktek di Jalan Plampitan No.58 ini sudah sejak tanggal 14 April 2017 pergi ke India. Sedangkan pembantunya bernama Supardi (22) warga Wonosobo dikeahui sehari harinya mengurusi 23 kamar kos sekaligus tempat tinggal dokter Nanik.

“bu dokter orangnya ramah, setiap ketemu mesti menyapa. Kalau berangkat kerja naik mobil putih, lama gak kelihatan katanya dapat tugas dari india, setelah itu dengar dari anaknya bu dokter hilang, tadi baca si medsos infonya malah sudah ditemukan meninggal,” Ujar Yudi saat berbincang bersama mediajateng.net tak jauh dari rumah korban.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan oleh mediajateng.net menyebutkan bahwa dokter Nanik Trimulyani datang dari India pada tanggal 23 April 2017 dan mendapati kamar dalam kondisi acak acakan. Sorenya diduga dokter Nanik bersama pembantunya Pardi mengambil Mobil Honda Freed B-1704-NME yang dititipkan di RS Telogorejo sejak tanggal 14 Aprik 2017

Dari Informasi lain didapatkan bahwa ada dua orang dan salah satunya Pardi terekam dalam CCTV Rs Telogorejo pada pukul 17.07 tanggal 23 April 2017 menuju tempat parkir mobil. Saat itulah dokter Nanik sudah tidak bisa dihubungi. Sedang anaknya sempat melaporkan pencurian mobil di Polsek Semarang Tengah.

Sedangkan hari ini Polisi akhirnya menemukan korban sudah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan, sedangkan mobil Freed warna putih sebelumnya ditemukan di daerah Wonosobo yang diduga dibawa Pardi dsn rekanya

Saat akan dikonfirmasi melalui Ponselnya Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko Prasetyo tidak mengangkatanya . Saat ini jenasah korban sudsh berada di RSUP Kariadi untuk dilakukan otopsi. ( MJ-303)