Bareng puluhan santri, relawan Sudirman Said bentengi markas perjuangan merah putih

SEMARANG, Mediajateng.net – Suara Tartil Al Quran terdengar sayup di jalan Pamularsih 95, beradu desing kendaraan. Namun semangat para santri tak surut merampungkan bacaan sampai 30 juz.

Mereka adalah santri Pondok Pesantren Salafiyah Pring Wulung, Mangunharjo, Tembalang, Semarang. Di markas Pergerakan Merah Putih tersebut, puluhan santri duduk melingkar tanpa jarak dengan orang-orang yang sama sekali tidak dikenal selepas jamaah isya’ bersama tim Pergerakan Merah Putih, Selasa (9/1).

“Kami di pondok diajarkan yen ngaji Ojo golek pinter, mundak keblinger. Niatano genahke lakumu, mundak Slamet awakmu,” kata dia, yang kurang lebih bermaksud jika ngaji janganlah mencari pintar, bisa-bisa langkahmu buyar. Berniatlah perbaiki lakumu, agar selamat ragamu.

Solihin hanya ingin tidak merasa lebih pintar mengaji atau lebih menguasai ilmu agama ketika datang ke tempat yang dijadikan berkumpulnya relawan bakal calon gubernur Jateng Sudirman Said. Dia hanya ingin membaca Al Quran.

“Keberkahan Al Quran bisa menempel dimana saja dan pada siapa saja,” kata Solihin, yang beberapa tahun terakhir ngangsu kawruh di ponpes yang diasuh Syaiful Ammar tersebut.

Selasa (9/1) bertepatan tanggal 22 Rabiul Akhir dalam kalender hijriah. Dalam sejarahnya, Rabiul Akhir merupakan bulan yang penuh peperangan. Perang Najran, Perang Zi Qarad dan perang Al Ghamar.

“Yang tidak kalah penting, pada bulan ini (Rabiul Akhir) turun surat Al Hasyr, yang berarti pengusiran,” demikian dijelaskan Ali Khamdi, Ketua Tim Pergerakan Merah Putih.

Di dalam surat Al Hasyr tersebut menceritakan pengusiran suku Bani Nadzir beragama Yahudi yang tinggal di sekitar madinah. Di dalam surat ini juga menjelaskan tentang perintah takut pada Allah dan diakhiri dengan nama-nama Allah yang mulia. Seperti Ar Rahman, Ar Rahim, al Malik, Al Quddus, As Salam, Al Mukmin, Al Muhaimin, al Jabbar, Al Mutakabbir, Al Kholiq, al Bari’, Al Mushowwir.

Pada bulan ini pula terjadi percobaan pembunuhan Nabi Muhamad SAW menggunakan Batu yang di lakukan oleh Bani Nadzril dan karena itu Rasulullah mengusir mereka karena menghianati perjanjian yang telah disepakati.

“Semoga perjuangan ini, yang kami awali dengan baik, menuai izin dan ridho dari Tuhan Semesta Alam,” kata dia.

Comments are closed.