Bapenda Kota Semarang : E-tax Hotel dan Restoran 80% Sudah Digunakan

Semarang, Mediajateng.net, – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang melakukan montoring electronic tax (E-tax) yang dipasang di sejumlah wajib pajak, diantaranya restoran dan hotel. Menurut Kabid Pembukuan dan Pelayanan Bapenda Kota Semarang, M. Mita Dewi, monitoring ini dilakukan dengan cara pengecekan di lapangan guna untuk memastikan alat tersebut digunakan dan berfungsi dengan baik.

“Monitoring dimulai awal Juli 2020 dan sekarang masih terus berlangsung. Sampai saat ini sudah ada 150 restoran dan 50 hotel yang sudah kami cek. Progressnya 80 persen alatnya ‘on’ (berfungsi dengan baik), 20 persennya mungkin terdiri dari alat manual,” ujarnya saat monitoring E-tax di restoran Jowo Deles Jalan Kedungmundu 83 Semarang, Rabu (22/7/2020).

Mita Dewi menjelaskan kegiatan monitoring rutin dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan optimalisasi pemasangan progam E-tax untuk meningkatkan jumlah pendapatan pajak daerah. Saat ini, sudah ada 200 alat yang dipasang.

“Data pada E-tax terintegrasi langsung dengan data di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sehingga dipastikan para wajib pajak tidak bisa melakukan kecurangan dalam pembayaran pajak,” ungkapnya.

Dari hasil pengecekan di restoran Jowo Deles, ia menjelaskan, E-tax diketahui berfungsi dengan baik. Alat yang digunakan adalah web servis yaitu suatu aplikasi yang terpasang dialat kasir yang sudah memakai komputer dan server.

“Web servis lebih simple dan memudahkan untuk pengawasan dan perawatan. Namun ada juga restoran yang masih memakai alat kasir sistem manual tapi jumlahnya sedikit. Namun kami harap masyarakat ikut mengawasi karena bisa juga alat tersebut tidak dipakai saat transaksi,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, pemilik restoran Jowo Deles, Sutoyo mengatakan, tempat usahanya sudah memakai E-tax sejak awal tahun 2020. Ia mendukung program tersebut untuk menambah pendapatan daerah.

“Sebelum ini (E-tax), tempat kami pakai sistem manual. Begitu ada program E-tax, kami sebagai pengusaha restoran mengikuti aturan yang ada. Kasir ditempat kami pun dapat sosialisasi cara mengoperasikan E-tax,” katanya.

Ia juga mengatakan, sejak pandemi Covid-19 restorannya terpaksa ditutup selama dua bulan dan mengalami penurunan omzet hingga 70 persen. Mulai beroperasi kembali awal Juni 2020 dengan mempekerjakan separuh jumlah karyawannya.

“Selain cek E-tax, Bapenda juga tadi memantau penerapan protokol kesehatan. Karena restoran kami sekarang sudah buka, setiap pengunjung dan karyawan diwajibkan memakai masker dan cuci tangan ditempat yang sudah kami sediakan,” pungkasnya. (ot/mj)