Banjir Seret Anggota BPBD Hingga Tewas

BOYOLALI, Mediajateng.Net- Tidak saja menelan korban jiwa bagi masyarakat umum, namun bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Kamis (16/2/2017), juga sebabkan seorang petugas kemanusiaan tewas terseret air.
Korban yang Toni Arifin anggota SAR Boyolali, meninggal dunia karena terseret arus banjir. Korban terseret arus setelah terperosok lubang di trotoar.
Kepala Kantor SAR Semarang yang baru Agus Haryono, menjelaskan, anggota meninggal setelah terseret arus sungai. “Korban ditemukan di sebelah barat BRI Banyudono tepatnya di Dukuh Gatak, Desa Banyudono, Kabupaten Boyolali,” ungkapnya Kamis (16/2/2017).
Korban yang hilang sekitar pukul 19.15 Wib, ditemukan setelah dilakukan pencarian sekitar dua jam kemudian.
“Korban Toni anggota BPBD kabupaten Boyolali asal dukuh Ngrancah, Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali,” imbuhnya.
Agus menambahkan, semula korban berjalan di depan BRI Banyudono dari arah timur ke barat di atas trotoar. “Tepat di sebelah barat BRI terdapat selokan air yang cukup dalam sekitar 2,5 meter dan dikira korban masih trotoar dan korban tercebur di selokan yang mengalir deras,” ungkapnya.
Saksi Agus Mustalifi (29) office boy BRI Banyudono dan M Idris Efendi (19) yang berada tidak jauh dari lokasi melihat kejadian tersebut dan berusaha menolong dengan meraih tangan korban. “Namun upaya tersebut gagal sehingga korban masuk ke gorong-gorong terseret arus air,” ungkapnya.
Setelah beberapa saat dalam pencarian, korban akhirnya bisa ditemukan di selatan PT. Delta Merlyn Banyudono dan langsung dibawa ke RSU Boyolali.(MJ-700)

Comments are closed.