‘Bakol Peso’ Serahkan Bantuan Gerobag Cimol, CSR Bank Jateng dan BKK

Purwokerto, mediajateng.net – Kunjungan Bupati Banyumas Achmad Husein ke pelaku UMKM untuk dipromosikan melalui Lapak Bakol Peso, agar mereka semakin meningkat terus dilakukan setiap akhir pekan. Salah satu kunjungan ke “Ratu Cimol” yang sudah mempunyai beberapa mitra beberapa waktu lalu, menginspirasi Bupati untuk menggandeng Pimpinan Bank Jateng Purwokerto dan Direktur BPR BKK Purwokerto agar mendistribusikan CSR-nya untuk membantu masyarakat melalui pengadaan Gerobag Cimol bagi para pedagang kecil dan pelaku UMKM.

Sebanyak 20 gerobag cimol senilai Rp 70 juta berhasil dibuat dan diserahkan kepada masyarakat Banyumas. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Banyumas Achmad Husein kepada warga dilakukan Kamis (29/7/2021) di halaman Sipanji Purwokerto. Tidak hanya gerobag para calon mitra ini juga menerima perlengkapan dan bahan baku sehingga mereka langsung bisa berjualan.

“Terima kasih ini Bank Jateng dan BKK Jawa Tengah, mudah-mudahan ini bermanfaat dan berkah untuk masyarakat khususnya 20 penerima bantuan. Tolong seriusi kalo bapak ibu sukses bisa bergulir membantu yang lain,” kata Bupati kepada penerima gerobag.

Bupati juga berharap CSR semacam ini tidak hanya cimol seperti ini tetapi juga bisa disalurkan untuk usaha pertanian, industri dan lainya yang sudah dikelola baik. Ia juga berpesan agar penerima bantuan terus mendapat bimbingan dan pantauan yang baik, melalui manajemen diserahkan kepada pengelola “Ratu Cimol” Resika Caesaria Priyono.

“Untuk Mbak Cika tolong untuk dipantau dan dibimbing, agar mereka sukses. Syukur ada WA Group, saya dimasukan agar bisa ikut memantu jika ada keluhan. Karena kesuksesan akan membantu yang lain,” kata Bupati.

Pemimpin Bank Jateng Cabang Koordinator Purwokerto Lis Arofah Ambarwati mengaku senang bisa membantu masyarakat yang terdampak covid 19 melalui Program Bank Jateng dan BKK Peduli kepada masyarakat yang terdampak berupa 20 Gerobag Cimol dan perlengkapannya.

“Untuk membantu kelancaran untuk diteruskan kepada masyarakat melalui Ratu Cimol. Karena nanti para mitra ada kewajiban untuk mengembalikan agar digulirkan untuk masyarakat yang lain agar semakin berkembang,” kata Ambar

Sementara Direktur BPR BKK Purwokerto Sugeng Prijono berharap, kalau sekarang ada dua puluh segera mungkin bisa menjadi 100 karena tadi sudah disampaikan yang daftar itu Mbak Chika yang datar 100-105 diseleksi menjadi 40 menjadi 30 karena keterbatasan gerobag.

“Nanti mudah-mudahan tidak waktu lama maksimal 3 bulan sudah menjadi 30 gerobag,” harap Sugeng

Ratu Cimol Resika Caesaria Priyono yang akrab dipanggil Cika menjelaskan bahwa mitra yang dipilih harus memenuhi beberapa kriteria dan syarat, mengingat saat dipromosikan itu ada 105. Terus yang masuk kriteria ada 46 lebih dan dipilih 20.

“Dari 20 itu mencakup dua kriteria yang pertama orang yang membutuhkan dan punya motivasi, khususnya masyarakat pengangguran bukan golongan PNS atau golongan pekerja dan lain sebagainya yang kedua kriteria tempat jualannya jadi masyarakat yang mendaftar itu harus punya lokasi yang strategis yang menjadi pertimbangan kita kenapa itu juga jadikan pertimbangan karena kita pengen banget berharap itu juga berjalan selama sebulan 2 bulan tapi bisa untuk berkelanjutan dan bisa untuk jalan hidup mereka jadi faktor dari penentuan lokasi juga sangat penting untuk dipertimbangkan,” kata Cika

Cika juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bank Jateng dan BKK yang telah membantu ke kita berupa pendanaan untuk pembuatan gerobak sebanyak 20, yang kita bagikan kepada masyarakat kurang mampu kemudian masyarakat untuk berikutnya.

“Ini sangat luar biasa bagi kami karena 15 tahun kami hanya bisa membuat 70 gerobag yang didapat dari hasil keuntungan usaha kami, tapi hari ini kami bisa melakukan pembagian 20 langsung kepada masyarakat. Makanya mewakili para Mitra yang mendapatkan bantuan juga saya mengucapkan terima kasih mudah-mudahan ini bisa menjadi titik awal untuk program-program selanjutnya dan bisa bermanfaat dan bisa bergulir dan juga langgeng kedepannya,” pungkas Cika. (MJ/50)