Bakar Sampah, Pria Ini Justru Kehilangan Mobil dan Rumah

Grobogan, Mediajateng.net – Sampah-sampah yang sudah menumpuk memang sebaiknya dibakar. Namun, selama dalam pembakaran sampah hendaknya perlu ditunggu hingga benar-benar selesai agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Di desa Rajek RT 07 RW 01, kecamatan Godong, kabupaten Grobogan, sebuah rumah milik Matori habis terbakar akibat pembakaran sampah yang menjalar ke rumah Matori. Peristiwa ini terjadi Rabu (1/8/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kronologi bermula ketika, sang pemilik rumah sempat membersihkan halaman rumahnya sekitar pukul 08.30 WIB. Setelah semua sampah terkumpul, ia kemudian membakarnya di halaman belakang.

Usai membakar sampah, Matori beranjak pergi ke tempat kerjanya yakni di sebuah bengkel yang berada di jalan raya Semarang-Purwodadi, tepatnya di kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Selama bekerja, Matori mengaku tidak ingat jika sebelum berangkat ia membakar sampah.

Baru sekitar pukul 10.00, ia dikabari tetangganya jika rumahnya terbakar. Secara spontan, ia langsung pergi ke rumahnya. Pada saat yang sama, anggota Polsek Godong, David Aryanto (23) yang sedang stand-by di kantornya dikejutkan pelaporan warga adanya kebakaran rumah di desa Rajek.

Ia berkoordinasi langsung dengan atasannya atas laporan tersebut.
Kapolsek Godong AKP Deddy bersama anak buahnya langsung menuju ke TKP. Sesampainya di TKP, kobaran api sudah semakin membesar. Terlebih bangunan rumah Matori terbuat dari kayu jati yang mudah terbakar. Dua mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk memadamkan api.

Hery Haryono (53), tetangga Matori yang kali pertama melihat peristiwa kebakaran tersebut.

“Saya melihat rumah Pak Matori sudah terbakar api. Dugaan saya ya sampah yang dibakar Pak Matori ini,” kata Hery.

Kapolsek Godong AKP Deddy mengatakan, peristiwa kebakaran ini diduga berasal dari api pembakaran sampah yang menjalar melalui waring (jaring) yang terletak di dekat lokasi pembakaran api dan langsung membakar rumah korban. Dikatakan juga, dalam kejadian ini, kerugian yang ditaksir mencapai Rp 200 juta.

“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian berupa 1 (satu) rumah kayu jati berlantai trompo (lantai papan kayu jati) dengan ukuran 9 x 12 meter, 1 (satu) unit Mobil jenis kapsul tahun 1990, dan perabotan rumah lainnya. Taksirannya mencapai dua ratus juta rupiah,” ungkap Kapolsek.

Dalam kesempatan ini juga, Kapolsek menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan api. Terutama untuk pembakaran sampah.

“Jika mau membakar sampah dilakukan di tempat yang tidak sembarangan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran ini,” pungkasnya. (Ag-Mj)