Pasrah Tampi Panji, Awali Rangkaian Hari Jadi Ke-201 Kabupaten Wonosobo

admin
By
admin
7 Min Read

Wonosobo, MediaJateng.Net – Pemerintah Kabupaten Wonosobo resmimengawali rangkaian Peringatan Hari Jadi Ke-201 Kabupaten Wonosobo melalui Prosesi Pasrah Tampi Panji Miwah Pusaka Pagetan Ambal Warsa Kaping-201, Kamis (2/7/2026), di Halaman Pendopo Bupati Wonosobo.

Prosesi sakral yang sarat nilai sejarah dan budaya tersebut menjadi penanda dimulainya Kirab Panji dan Pusaka ke seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo sebagai media memperkuat semangat persatuan, pelestarian budaya, sekaligus partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Prosesi kirab tahun ini diawali dengan penyerahan Panji kepada Kecamatan Watumalang, kemudian dilanjutkan secara estafet ke-14 kecamatan lainnya hingga menjangkau seluruh 265 desa di Kabupaten Wonosobo.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan, Pasrah Tampi Panji bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan sejarah sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Wonosobo.

“Serah terima Panji menjadi rangkaian pembuka Hari Jadi Kabupaten Wonosobo yang mengandung nilai sejarah, budaya, sekaligus kebersamaan kita sebagai masyarakat Wonosobo,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, Kirab Panji dan Pusaka memiliki makna yang jauh lebih mendalam daripada sekadar perpindahan simbol daerah.

Prosesi tersebut merupakan ikhtiar bersama dalam menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu agar tetap hidup dan menjadi pijakan pembangunan di masa kini maupun masa mendatang.

Empat panji yang dikirab, yakni Sang Saka Dwi Warna, Catragung Pangayom, Tombak Karawelang Katentreman, dan Panji Gegunungan Praja, merupakan satu kesatuan simbol yang mencerminkan sinergi seluruh unsur penyelenggara pemerintahan dan masyarakat.

Di dalamnya terkandung pesan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilaksanakan secara sendiri-sendiri, tetapi memerlukan kolaborasi yang harmonis antara pemerintah, DPRD, TNI, Polri, serta seluruh lapisan masyarakat dengan semangat gotong royong dan kebersamaan.

“Panji yang kita tampi hari ini adalah amanah bersama. Ia mengingatkan bahwa setiap langkah pembangunan harus selalu berpijak pada nilai persatuan, dijaga dengan semangat pengabdian, serta diarahkan untuk menghadirkan ketenteraman dan kemuliaan bagi masyarakat Wonosobo,” jelasnya.

Memasuki usia ke-201 tahun, Bupati mengajak seluruh masyarakat memaknai Hari Jadi sebagai titik penguatan untuk melanjutkan pembangunan daerah dengan optimisme, tanggung jawab, dan kebersamaan.

Hal tersebut selaras dengan tema Hari Jadi Ke-201 Kabupaten Wonosobo, “Nyawiji Makarti, Wonosobo Loh Jinawi.” Tema tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan hanya dapat diwujudkan melalui persatuan, sinergi, dan kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

Semangat tersebut juga menjadi landasan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, khususnya memperkuat ketahanan pangan dan energi sebagai fondasi kehidupan masyarakat di masa depan.

Bupati juga menekankan bahwa Kirab Panji ke 15 kecamatan dan 265 desa menjadi simbol bahwa Hari Jadi Kabupaten Wonosobo bukan hanya milik pemerintah, melainkan menjadi milik seluruh masyarakat Wonosobo.

“Melalui kirab ini, kita ingin menghadirkan semangat Hari Jadi hingga ke seluruh pelosok desa, agar tumbuh rasa memiliki, kebanggaan, dan kecintaan terhadap daerah kita tercinta,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati berharap seluruh rangkaian Hari Jadi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain menjadi ruang pelestarian budaya dan penguatan identitas daerah, momentum tersebut juga diharapkan mendorong pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, serta pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, rangkaian Hari Jadi tahun ini disesuaikan dengan berbagai kondisi, termasuk situasi ekonomi yang dihadapi bersama. Oleh karena itu, gelar budaya di masing-masing kecamatan tidak diselenggarakan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Bupati, keputusan tersebut bukan mengurangi makna Hari Jadi, melainkan mencerminkan semangat kesederhanaan, kebijaksanaan, serta solidaritas sosial.

“Dari situ kita belajar bahwa kebersamaan tidak selalu diwujudkan dalam kemeriahan, tetapi juga dalam sikap saling memahami dan menempatkan keadaan secara bijaksana,” tuturnya.

Usai prosesi Pasrah Tampi Panji, empat panji kehormatan kemudian dikirab secara bergiliran ke seluruh kecamatan hingga desa-desa di Kabupaten Wonosobo.

Kirab tersebut diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menumbuhkan kembali semangat pengabdian, gotong royong, serta kecintaan terhadap Kabupaten Wonosobo.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersatu membangun daerah dengan semangat “Nyawiji Makarti, Wonosobo Loh Jinawi”, sehingga Wonosobo senantiasa menjadi daerah yang maju, lestari, aman, dan semakin menyejahterakan seluruh masyarakatnya.

Prosesi Pasrah Tampi Panji pun menjadi awal dari rangkaian Hari Jadi Ke-201 Kabupaten Wonosobo, yang tidak hanya menghadirkan tradisi sebagai warisan budaya, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kolektif masyarakat untuk menjaga, merawat, dan memajukan Wonosobo sebagai rumah bersama.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Fahmi Hidayat menjelaskan, Selain Kirab Panji, rangkaian Hari Jadi Ke-201 Kabupaten Wonosobo tahun ini secara umum tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya. Berbagai tradisi dan prosesi budaya yang telah menjadi identitas peringatan Hari Jadi kembali digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, pelestarian budaya, sekaligus penguatan jati diri masyarakat Wonosobo.

“Rangkaian tersebut meliputi Pasrah Tampi Panji, Sarasehan Hari Jadi di masing-masing kecamatan, Prosesi Pengambilan Air dari Enam Mata Air, Ziarah ke Makam Para Pendiri Wonosobo, Bedhol Kedhaton, Tapa Bisu, Hastungkara, hingga Birat Sengkala sebagai rangkaian prosesi menjelang puncak peringatan Hari Jadi,” jelasnya.

Puncak peringatan Hari Jadi Ke-201 Kabupaten Wonosobo akan diselenggarakan pada 24 Juli 2026 melalui Pisowanan Agung, yang menghadirkan prosesi adat sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah berdirinya Kabupaten Wonosobo.

Momentum tersebut juga akan dimeriahkan dengan Pagelaran Kesenian Utama, Prosesi Ruwat Rambut Gimbal, serta Pagelaran Seni Kerakyatan yang melibatkan seniman dan masyarakat sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus daya tarik wisata daerah.

Di luar agenda utama tersebut, berbagai kegiatan pendukung juga telah dan terus berlangsung di berbagai wilayah. Mulai dari kegiatan sosial, olahraga, pemberdayaan masyarakat, promosi UMKM, hingga berbagai perlombaan dan hiburan rakyat yang melibatkan masyarakat secara luas.

Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan, menggerakkan perekonomian lokal, serta menjadikan peringatan Hari Jadi Ke-201 Kabupaten Wonosobo semakin bermakna bagi seluruh masyarakat.***

Share This Article