Media Jateng, Semarang – Kepala LKPP, Hendrar Prihadi resmi berhenti menjabat setelah Presiden Prabowo Subianto membuat perubahan di struktrur Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dengan menunjuk Sarah Sadiqa pada hari Rabu, 17 September 2025, kemarin.
Setelah digantikan, mantan Wali Kota Semarang, Hendi, sapaan akrabnya mengaku berencana kembali ke kampung halamannya, yaitu Semarang. Ia mengaku belum memiliki rencana agenda baru setelah meninggalkan lembaga pemerintah non-kementerian tersebut.
“Belum ada tugas baru di pemerintahan,” tulis Hendi melalui pesan singkat, Kamis, 18 September 2025.
Baca juga : Petakan dan Pantau Jadi Strategi Mitigasi Cuaca di Jalur Perlintasan Kereta Api Wilayah Jawa Tengah
Lebih jauh Hendi mengaku belum memikirkan rencana ke depan setelah tiba di Semarang. Pria yang menjabat Wali Kota Semarang sejak 2013–2022 itu enggan menanggapi namanya yang disebut masuk bursa calon Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.
“Sementara belum ada kesibukan,” ujar pria yang pernah maju sebagai Calon Wakil Gubernur Jateng pada Pilgub 2024, berpasangan dengan Jenderal TNI Purn. Andika Perkasa.
Diketahui, Hendi ditunjuk sebagai Kepala LKPP pada Oktober 2022 oleh Presiden Joko Widodo, saat masih menjabat Wali Kota Semarang periode kedua. Ia menerima tanggung jawab baru tersebut dan mengundurkan diri sebagai Wali Kota. Posisi Wali Kota Semarang kemudian digantikan Wakilnya, Hevearita G. Rahayu atau Mbak Ita.
Baca juga : Kasih Sayang Tulus Wulandari Belikan Ibu Obat Diabetes Berbuah Hadiah Mobil Undian Semarang Great Sale 2025
Diberhentikannya Hendrar Prihadi sebagai Kepala LKPP ini menjadi langkah selanjutnya Presiden Prabowo melakukan reshuffle dengan mencopot Budi Gunawan dari jabatan Menko Polkam yang diketahui sangat dekat dengan Ketua PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
Diketahui, sebelumnya Sarah Sadiqa resmi menjadi Kepala LKPP. Sebelumnya, Sarah menjabat Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan LKPP sejak Februari 2020. Ia menempuh pendidikan sarjana hukum di Universitas Trisakti dan meraih gelar Master of Science dari Northeastern University, Boston, AS.
Sarah memiliki pengalaman panjang di pengadaan pemerintah, dengan sejumlah jabatan seperti Deputi Bidang Monitoring, Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi (2015–2020), Direktur Pelatihan Kompetensi, Direktur Sistem Katalog, hingga Direktur Perencanaan Pengadaan RAPBN.
Selain Sarah, sejumlah pejabat lain juga dilantik, termasuk Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam, Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden, Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, serta Nanik Sudaryati Deyang dan Soni Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.***
