Media Jateng, Semarang – Pemerintah dan masyarakat desa perlu bekerja sama untuk mengembangkan desa wisata sebagai salah satu solusi untuk mereduksi gelombang urbanisasi masyarakat desa. Desa wisata dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Pengembangan desa wisata juga dapat membantu melestarikan budaya dan alam desa, serta
meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan’,” papar Andika Satya Wasistho yang kental dengan sapaan Mas Dewan, Jumat 25 April 2025.
Generasi millenial memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi desa wisata.
“Kita tahu dengan kemampuan teknologi dan kreativitas yang mereka miliki, generasi millenial dapat membantu mempromosikan desa wisata melalui media sosial dan plaform digital lainnya,” tambah Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah I itu.
Tujuan pengembangan desa wisata yakni untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Selain itu melalui pengembangan desa wisata berpotensi untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa.
Baca juga: PLN Mobile Proliga 2025, Petik Hasil Maksimal Laga Pembuka Seri Kedua Final Four Oleh Bank Sumsel
Baca juga: UNDIP, Ramah Peserta di UTBK-SNBT 2025 Terhadap Penyandang Disabilitas
Andika menambahkan pengembangan ekonomi wisata berbasis desa dapat memberikan dampak signifikan seperti pelestarian budaya dan alam desa; meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan serta mereduksi gelombang urbanisasi masyarakat.
“Pemerintah semestinya hadir dalam persoalan ini. Angka urbanisasi dapat ditekan jika lebih focus pada program-program pengembangan desa wisata. Tentu harus melibatkan peran serta masyarakat setempat, generasi muda di dalamnya, serta mengedepankan nilai-nilai budaya yang berkarakter,” terangnya.
Peran Generasi Millenial dan Digitalisasi Pariwisata
Selain itu, digitalisasi pariwisata dapat menjadi kunci untuk mengakselerasi dan mempromosikan desa
wisata kepada wisatawan hingga kancah global.
Saat ini, generasi millenial sangat lekat dengan penggunaan internet dan plaform media sosial. Peran
ekosistem millenial dalam pengembangan pariwisata yakni mampu menjadi garda terdepan dalam mempromosikan potensi desa wisata melalui teknologi dan kreatifitas melalui media sosial dan plaform digital lainnya.
Selain itu mereka juga dapat menjadi agen dalam membentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan, budaya desa, serta potensi wisata yang mampu mendatangkan pendapatan bagi masyarakat desa.
Selain itu, generasi muda berpotensi besar untuk mengakselerasi dan mempromosikan desa wisata
kepada wisatawan domestik dan internasional. Tidak berhenti di situ saja, millenial juga dapat
meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pariwisata berbasis desa dengan tujuan untuk membantu meningkatkan pendapatan masyarakat desa melalui penjualan produk dan jasa wisata.
Baca juga: Jangan Ubah Jalur Hijau, Menjadi Petani Kreatif di Generasi Anak Muda Sekarang
Dengan demikian, pengembangan desa wisata dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan
kualitas hidup masyarakat desa dan membangun ekonomi wisata berbasis desa.
“Saya memiliki harapan besar bahwa pemerintah dan masyarakat desa dapat bekerja sama untuk mengembangkan desa wisata dan mempromosikan potensi wisata Indonesia kepada dunia. Karena muaranya semata demi kesejahteraan masyarakat desa,” pungkas Mas Dewan.***


