Habib Luhtfi Ungkap Calon Kriteria Pemimpin dihadapan Puluhan Kyai dan Gus

admin
By
admin
3 Min Read

Media Jateng, Pekalongan – Ulama yang juga anggota Dewan Pertimbagan Presiden (Wantimpres) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya memberikan tausiah kebangsaan tentang seperti apa kriteria calon pemimpin yang tepat untuk memimpin Indonesia ke depan.

Hal tersebut disampaikan saat acara silaturahmi dengan puluhan kiai dan gus dari berbagai pondok pesantren di Pekalongan, Batang, Pemalang, Jawa Tengah di kediamannya, Rabu (3/1/2024).

Habib Luthfi mengajak semuanya untuk berpikir demi bangsa dan negara Indonesia. Juga dalam hal memilih pemimpin.

Sosok calon pemimpin Indonesia ke depan haruslah yang punya wawasan luas, seorang negarawan, punya pertahanan ketahanan nasional yang kuat, dan memahami geopolitik internasional. Jangan hanya dilandasi atas perasaan cocok atau tidak cocok, ataupun atas dasae fanatisme.

“Apalagi, memimpin negara sebesar Indonesia dengan jumlah rakyatnya yang begitu besar tidaklah mudah. Harus punya wawasan dan kemampuan mengatur segalanya demi kesejahteraan rakyat,” kata Habib Luthfi.

Habib Luthfi menambahkan Indonesia perlu orang yang betul-betul mampu dan bisa membangun bangsa ini. Seseorang yang mampu Berhubungandengan luar negeri dan canggih. Serta pertahanan dan ketahanannya cukup kuat.

Habib Luthfi mengingatkan bahwa Indonesia itu luas dan besar, dengan kekayaan alam berlimpah. Terdiri dari 17 ribu pulau. Punya potensi yang luar biasa besar. Posisi Indonesia juga sangat strategis.

Dengan melihat perkembangan sekarang ini, maka Indonesia harus punya pertahanan ketahanan nasional yang kuat dan menyeluruh. Apalagi Indonesia punya potensi yang luar biasa.

Dengan besarnya potensi yang dimiliki Indonesia, maka wajar jika negara-negara lain takut kalau Indonesia jadi negara maju.

“Takut kalau Indonesia menjadi singa atau harimua di Asia. Itu negara lain takut, jangan dikira tidak. Apalagi kalau kita sudah bisa membuat nuklir sendiri,” tambahnya.

Untuk bisa menghadapi berbagai tantangan ke depan, maka Indonesia harus punya pertahanan ketahanan nasional yang kuat. Pertahanan ketahanan nasional ini bukan melulu soal senjata. Melainkan juga tergantung pada perkembangan ekonomi, pertanian, dan pendidikan.

“Itu juga bagian dari pertahanan ketahanan nasional. Pendidikan juga. Melahirkan anak-anak yang intelektual, ilmuwan, dan sebagainya, sesuai bidangnya masing-masing,” ungkap Habib Luthfi.

“Pemimpin, pilih berdasarkan hati nurani agar Indonesia maju, dan pertahanan ketahahan nasionalnya kuat,” tutup Habib Luthfi.(MJ/60)

Share This Article