Banjarnegara, mediajateng.net – Minggu, 12 September 2021, CV. Indo Atsiri Jaya menerima kunjungan dari Kelompok Tani Desa Ketanda Kec. Sumpiuh Kab. Banyumas.
Sebanyak kurang lebih 15 orang petani datang ke CV. Indo Atsiri di Desa Pagak Kec. Purwareja Klampok Kab. Banjarnegara untuk belajar dan melihat langsung proses pengolahan tanaman talas beneng dan nampu menjadi produk tembakau yang siap ekspor.
“Mereka datang ke sini setelah mengetahui bahwa di sini mengolah daun nampu dan talas beneng yang memang sedang populer di kalangan para pembudidaya tanaman” Jelas Andi, Owner CV. Indo Atsiri Jaya.
Selain belajar tentang cara pengolahan daun nampu dan talas beneng, para petani dari Desa Ketanda tersebut juga mendapat penjelasan tentang program kemitraan bersama CV. Indo Atsiri Jaya.
“Kami di sini menawarkan program kemitraan kepada para petani baik secara individual maupun secara kelompok. Kelompok tani dari desa lain bisa bekerja sama dengan kami dalam bentuk kemitraan. Mereka cukup menanam di lahan-lahan mereka dengan cara membeli bibit dari kami, untuk kemudian hasil panenan mereka kita beli” Jelas Pipit, Manager CV. Indo Atsiri Jaya.
Daun nampu dan talas beneng memang sedang populer saat ini. Banyak pembudidaya tanaman yang awalnya bertanam singkong atau tanaman lainnya, bermigrasi menanam daun nampu dan talas beneng karena saat ini sudah bisa merambah pasar ekspor.
“Untuk nampu daunnya dirajang menjadi tembakau kemudian diekspor ke Australia, sementara batangnya disuling menjadi minyak nampu yang kemudian diekspor ke Vietnam. Kalau talas beneng umbinya kita ekspor ke Belanda, sedang daunnya yang sudah diproses menjadi tembakau juga diekspor ke Australia” Lanjut Andi menjelaskan.
Program kemitraan yang ditawarkan oleh CV. Indo Atsiri mendapat banyak sambutan positif dari para petani, sebab mereka mendapat kemudahan mendapatkan bibit, pupuk dan tidak perlu khawatir hasil panenan mereka tidak laku, sebab dari daun, batang sampai umbi langsung dijual ke CV. Indo Atsiri Jaya yang memang sudah sejak dulu merupakan eksportir minyak atsiri ke beberapa negara di dunia. (MJ/50)

