3 Pendedar Sabu Dikendalikan Dari Narapidana Dua Lapas

Semarang – mediajateng.net

Tiga pengedar sabu-sabu yang dikendalikan dari dua lembaga pemasyarakatan berbeda di Jawa Tengah ditangkap aparat Satuan Narkotika dan Obat Berbahaya Polrestabes Semarang. Dalam penangkapan teeaebut Polisi berhasil mengamankan barang bukti Sabu seberat 269 gram. Sabu tersebut diduga berasal dari daerah Jawa Timur

Merska adalah Yanuar Arianto Wibowo (26), warga Jalan Kembang Jeruk, Tlogosari Kulon, Pedurungan ditangkap di depan konter handphone, Jalan Satria Wibowo III, Tlogosari, Pedurungan, Senin (15/5) sekitar pukul 19.30. Dia dikendalikan oleh Aris, narapidana kasus narkoba yang mendekam di LP Nusambangan.

IMG_20170523_154936

Sementara Yulius Yanuardhita (31) dan Bastian Sitorus (28), warga Jalan Pucang Gede Raya, Batursari, Mraggen, Demak. Bastian ditangkap di Jalan Pelebon, Pedurungan, Rabu (17/5) sekitar pukul 22.30 dan Yulius ditangkap di rumahnya sekitar pukul 23.30. Mereka dikendalikan oleh Eko Maryanto narapidana kasus narkoba yang mendekam di LP Kedungpane

Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang AKBP Sidik Hanadi mengatakan dalam penangkapan tersebut pihaknya menyita barang bukti 269 gram dan uang Rp 1,8 juta hasil penjualan barang terlarang itu.

“Dari Yanuar 118 gram, dari Bastian dan Julius 151 gram, totalnya ada 269 gram sabu yang kami sita,” ungkapnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (23/5) siang.

Oleh tiga pengedar tersebut, lanjut dia, ratusan gram sabu tersebut akan diedarkan di wilayah h Semarang sesuai petunjuk dari para narapidana yang mengendalikan mereka.

“Oleh para tersangka itu barang terlarang tersebut kemudian dipecah-pecah dan dikemas per paket. Penjualannya sesuai dengan arahan dari para napidana itu melalui handphone,” ungkapnya.

IMG_20170523_155107

Sementara itu Yanuar mengaku, baru dijalankan dalam jangka waktu satu bulan terakhir ini. Saat melakukan pekerjaanya sia mendapat imbalan Rp 30 ribu per gram setelah meletakan sabu-sabu itu dengan alamat yang diarahkan pengendali.

“Kalau menaruh per paket Rp 30, per gram Rp 100 ribu, kalau per 100 gram saya mendapat upah Rp 1 juta,” ungkapnya.

Sedang Bastian dan Julius, keduanya mendapat Rp 1,5 juta. Uang tersebut sebagai biaya untuk mengambil sabu-sabu di Sidoarjo, Jawa Timur dan digunakan sebagai uang imbalan hingga barang tersebut kembali dijual

“Uang itu untuk transport ambil barang dan sebagai upah menjual kembali barang tersebut di Semarang,” Pungkasnya ( MJ-303)