Walikota Semarang Curhat Soal Difitnah Bakar Pasar Johar Untuk Dapat Fee Investor

SEMARANG, Mediajateng.net, – Pembangunan Pasar Johar tahap pertama telah mulai dilakukan. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking proyek tersebut beberapa minggu lalu. Diketahui, pasar terbesar di Asia Tenggara itu sekira tiga tahun yang lalu terbakar.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam beberapa kesempatan mengungkapkan isi hatinya alias curhat, jika dirinya sempat difitnah sengaja membakar pasar rancangan arsitek asal Belanda Thomas Karsten itu sengaja dibakar, termasuk dituding sengaja membakar untuk mendapatkan fee dari investor.

“Pasar Johar, waktu itu terbakar di bulan Mei 2015. Setelah dihitung-hitung biayanya Rp 780 miliar, Masya Allah! Duite sopo? Orang sudah mengatakan, iki pasti kelakuane Pak Hendi. Pak Hendi sengojo ngobong pasar, men deknenne entuk fee seko investor,” ungkap pria yang akrab disapa Hendi Minggu (16/9).

Namun, seiring dengan berjalanya waktu membuktikan pembiayaan pasar herritage, peninggalan sejarah ini murni dari pemerintah, baik pemerintah pusat di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo maupun Pemkot Semarang yang dipimpinya, tanpa campur tangan investor.

“Tapi Bismillah, saya sampaikan pada teman-teman Pemkot dan poro kiai yang ada di Kauman, Pak Kiai, rekan-rekan mari kita optimis, pasar ini harus dibangun dengan biaya pemerintah karena pemerintah harus mengakomodir kepentingan rakyat kecil,” ujarnya.
Sehingga, Hendi membeberkan disepakatilah jika Pasar Johar mulai dibangun kembali dengan total biaya Rp 780 miliar. Targetnya, akan selesai pada Desember 2019 dan untuk tahap pertama, proyek pembangunan yang dimulai saat Hari Raya Idul Adha itu senilai Rp 50 miliar.

“Pasarnya rakyat kecil ya kembali untuk rakyat, mereka kembali ke pasar harus dengan gratis tanpa biaya dan Alhamdulillah! Tiba-tiba hari ini sudah sesuai track, lelang sudah berjalan, duite tiba-tiba yo ono. Rak ketung urunan pemerintah pusat, propinsi dan kota. Tapi Rp 780 miliar nanti akan selesai di Desember 2019,” ungkapnya.

Hendi berharap saat proses pembangunan berlangsung untuk diawasi bersama-sama dan jika Pasar Johar nanti sudah selesai pembangunannya pada tahun 2020, bisa dijaga bersama baik kebersihanya maupun keamananya. (ot/mj)

Comments are closed.