Wali Kota Agustina Siapkan Wajah Baru Simpang Lima, Hadirkan Ruang Publik Modern yang Nyaman, Hijau, dan Ramah Pejalan Kaki

admin
By
admin
3 Min Read

Media Jateng, Semarang – Pemerintah Kota Semarang saat ini tengah melakukan revitalisasi kawasan Lingkar Luar Simpang Lima untuk menghadirkan wajah baru ikon kota yang lebih nyaman, hijau, tertata, dan ramah bagi seluruh masyarakat. Penataan ini tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga meningkatkan kualitas infrastruktur, lingkungan, serta mendukung aktivitas ekonomi para pedagang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan revitalisasi dilakukan secara menyeluruh sehingga Simpang Lima ke depan menjadi ruang publik modern yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

“Simpang Lima adalah wajah Kota Semarang. Karena itu kami ingin menghadirkan kawasan yang lebih nyaman untuk berjalan kaki, lebih teduh, lebih bersih, bebas genangan, sekaligus tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi dan rekreasi masyarakat,” ujar Agustina, Jumat (26/6).

Melalui revitalisasi ini, masyarakat nantinya akan menikmati jalur pedestrian yang lebih lebar, aman, dan nyaman bagi pejalan kaki maupun penyandang disabilitas. Kawasan juga akan didukung sistem drainase baru yang lebih baik untuk mengurangi potensi genangan saat hujan, sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.

Selain itu, Pemerintah Kota membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) khusus kawasan kuliner yang berada di bawah jalur pedestrian. Kehadiran IPAL akan mengolah limbah dari aktivitas pedagang sebelum dialirkan ke saluran drainase sehingga kualitas lingkungan tetap terjaga.

“Kami ingin kawasan kuliner tetap berkembang, tetapi juga semakin bersih dan ramah lingkungan. Limbah dari aktivitas pedagang akan diolah terlebih dahulu sehingga saluran drainase tidak mudah tersumbat oleh minyak maupun sisa kotoran,” jelasnya.

Penataan Simpang Lima juga memperhatikan keberlanjutan ruang hijau. Pohon-pohon yang sebelumnya berada di kawasan tersebut dipindahkan sementara ke Kebun Bibit Sampangan untuk menjalani masa perawatan dan karantina. Setelah pekerjaan selesai, pohon-pohon tersebut akan ditanam kembali sebagai bagian dari lanskap baru Simpang Lima.

“Kami tidak menghilangkan ruang hijau. Pohon-pohon tetap kami rawat agar nantinya Simpang Lima tetap menjadi kawasan yang rindang, teduh, dan nyaman dinikmati masyarakat,” tegas Agustina.

Selama proses pembangunan berlangsung, pedagang kaki lima direlokasi sementara ke shelter di depan eks E-Plaza. Setelah revitalisasi yang ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026 rampung, para pedagang akan kembali menempati kawasan Simpang Lima dengan fasilitas yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.

Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, Pemkot Semarang juga telah melakukan normalisasi sedimen saluran drainase sejak Januari 2026 sebagai langkah awal memperkuat sistem pengendalian genangan di kawasan tersebut.

Agustina berharap masyarakat dapat mendukung proses revitalisasi yang sedang berlangsung. Menurutnya, penyesuaian selama masa pembangunan merupakan investasi jangka panjang untuk menghadirkan Simpang Lima yang lebih representatif sebagai ikon Kota Semarang.

“Ketika revitalisasi ini selesai, masyarakat akan memiliki ruang publik yang lebih nyaman untuk beraktivitas, berolahraga, berkumpul bersama keluarga, maupun menikmati kawasan kuliner. Pedagang memperoleh fasilitas yang lebih baik, lingkungan menjadi lebih bersih, dan Simpang Lima akan semakin layak menjadi kebanggaan warga Semarang maupun tujuan wisata. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar,” pungkasnya.(ot/mj)

Share This Article