Wonosobo, MediaJateng.Net – Langit Wonosobo kembali menjadi panggung budaya melalui gelaran Java Balloon Attraction 2026, yang menampilkan 40 balon udara tradisional dengan berbagai formasi di kawasan Taman Rekreasi Kalianget, Minggu (5/7/2026). Event ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Wonosobo, M. Kristijadi saat membacakan sambutan Bupati Wonosobomenyampaikan, Java Balloon Attraction merupakan wujud nyata pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
Mengusung tema “The Sky of Heritage”, festival ini menegaskan bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi kekuatan yang mampu menggerakkan pariwisata, ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat identitas daerah.
“Java Balloon Attraction menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan kekuatan yang mampu menggerakkan pariwisata, ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat jati diri daerah,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, dunia usaha, hingga media.
Momentum tahun ini juga menjadi istimewa, setelah pada 2025 Java Balloon Attraction memperoleh Hak Kekayaan Intelektual Komunal, dan pada 2026 Balon Tradisional Wonosobo resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
“Pengakuan ini adalah kebanggaan sekaligus amanah. Tugas kita adalah memastikan tradisi ini terus lestari, berkembang, dan diwariskan tanpa kehilangan nilai dan karakter aslinya,”lanjutnya.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo, Fatonah Ismangil, menyampaikan bahwa Java Balloon Attraction 2026 berhasil menarik perhatian ribuan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, di tengah momentum libur sekolah.
Tahun ini, tercatat 116 komunitas balon udara mendaftar, dan melalui proses seleksi, 36 balon utama dipilih untuk membentuk formasi khusus di udara, termasuk visual ikonik Gunung Sindoro dan Telaga Menjer.
Ditambah balon partisipan lainnya total terdapat 40 balon udara yang berpartisipasi.
“Balon udara dalam event ini wajib ditambatkan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 40 Tahun 2018. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama,”tegasnya.
Selain atraksi balon udara, pengunjung juga menikmati berbagai pertunjukan budaya seperti tari tradisional Lengger, penampilan musik, hingga lomba kreativitas suporter antar komunitas balon.
Kombinasi ini menjadikan event tidak hanya atraktif secara visual, tetapi juga kaya nilai budaya.
Salah satu wisatawan asal Jepang, Fuzi, mengaku terkesan dengan Java Balloon Attraction. Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai hal baru yang belum pernah ia temui di negaranya.
“Saya belum pernah melihat tradisi seperti ini sebelumnya. Desain balonnya juga sangat indah. Ini luar biasa,” ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan Kristiani Rosana, wisatawan asal Semarang yang datang bersama keluarganya. Ia menilai festival ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai pelestarian budaya yang kuat.
“Ini pertama kalinya saya melihat langsung. Sangat bagus karena bisa melestarikan budaya. Semoga sering diadakan seperti ini,” ungkapnya.
Java Balloon Attraction 2026 menjadi bukti bahwa tradisi balon udara Wonosobo tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang menjadi daya tarik wisata berkelas nasional hingga internasional. Dengan status sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2026, tradisi ini diharapkan terus menjadi kebanggaan daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.***
