Ramadan, Gus Yasin Pilih Vespa Keperbatasan

Rembang, Mediajateng.net – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, menggelar bakti sosial dan tarawih keliling dengan mendatangi wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Wakil Gubernur yang juga dikenal sebagai Panglima santri gayeng, mengisi rangakaian dengan jamaah sholat Isya’ dan tarawih di Masjid Al-Karim Desa Baturno, Kecamatan Sarang, di kabupaten Rembang yang juga tempat kelahirannya.

Dalam rilisnya, Sabtu (24/4) dijelaskan, Gus Yasin, datang ke Desa Baturno, Kecamatan Sarang, yakni desa yang berbatasan dengan Jawa Timur itu, mengendarai vespa didampingi Santri Gayeng Nusantara Kabupaten Rembang.

Tidak saja bertindak sebagai Imam sholat tarawih, Gus Yasin memberikan mauidhoh dan menyerahkan bantuan sembako dan uang kepada anak-anak yatim piatu.

“Tetap kuat puasa ya,” pesan Gus Yasin.

Dimasa pendemi, anak-anak diharapkan tetap menjaga semangat belajar kendati banyak keterbatasan bagi siswa yang tinggal di perbatasan. Dengan semangat belajar dan berdoa diharapkan pendemi akan segera berakhir.

Masih tetap naik vespa tua, Orang nomer dua di Jawa Tengah tersebut selanjutnya menuju ke lokasi penyandang disabilitas di Desa Banoan Kecamatan Sarang,

Gus Yasin menyerahkan langsung bantuan berupa kursi roda kepada Mbak Asmi (21). Didatangi Wakil Gubernur muda yang hanya dilihat ditelevisi, Asmi merasa senang. Pasalnya, tidak hanya bertemu langsung dengan Gus Yasin, namun pertemuan mereka membawa kebahagiaan bagi penyandang disabilitas sejak lahir itu.

Bahkan, Asmi dengan mata berkaca-kaca secara beruang mengucapkan syukur atas hadiah Ramadhan yang diterima.

“Terimakasih atas bantuanya semoga berkah. Saya sangat senang,” ucapnya.

Selanjutnya diakhir rangkaian kegiatan bakti sosial Gus Yasin beserta rombongan yang semuanya naik sepeda motor menuju Desa Sampung kecamatan Sarang sejauh kurang lebih 8 km, di lokasi tersebut beliau meninjau warung Santri Gayeng “mami”.

“Warung yang awalnya dulu disini ada tetapi dengan adanya pandemi akhirnya tidak bisa beroperasi lagi, atas inisiasi teman-teman Santri Gayeng alhamdulillah kami bisa bantu dan sudah ada warungnya lagi”, jelas Syueb.

Pembukaan warung sekaligus pemotongan pita dilakukan langsung oleh Panglima Santri Gayeng (Gus Yasin), beliau mengungkapkan “Terimakasih kepada semua relawan, anggota dan donatur Santri Gayeng Nusantara yang sudah bersusah payah untuk memberikan contoh ke masyarakat ditengah pandemi ini, contoh untuk bangkit dari keterpurukan”.

Gus Yasin berharap kegiatan sosial lebih banyak digelar dalam mengisi Ramadhan. Santri, diharapkan menjadi motor untuk organisasi-organisasi sosial lainya untuk bersinergi guna membantu orang yang membutuhkan.

“Kita bareng-bareng membantu yang membutuhkan, kita data kemiskinan ditiap daerah masing-masing di sekitar tempat tinggal dan pondok tempat nyantri dan kita bantu bersama-sama,” pintanya.

Kendati tidak bisa memenuhi semua kebutuhan, namun kebersamaan dalam menghadapi masalah tentu akan lebih meguatkan terutama bagi santri maupun warga yang berkekurangan.

“Tidak besar memang, tapi kalau ini bisa dilakukan oleh setiap organisasi dan setiap manusia yang mampu untuk membantu serta menyisihkan sedikit rizkinya. Harapannya bisa membantu pertumbuhan ekonomi dan membantu negara Indonesia dalam recovery ekonomi,” tambahnya.Mj/70