Banjarnegara, mediajateng.net – Kebersihan lingkungan madrasah adalah tanggung jawab setiap warga madrasah tanpa kecuali. Bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan maupun penjaga sekolah. Pada masa pandemi seperti ini dimana siswa belum melaksanakan kegiatan tatap muka secara kontinu sehingga pelaksanaan kebersihan sekolah praktis menjadi tanggung jawab dewan guru.
MTs Negeri 2 Banjarnegara sebagai Madrasah Adiwiyata, sudah membiasakan kepada seluruh warga madrasah untuk membiasakan kebersihan lingkungan secara bersama dan membiasakan membuang sampah pada tempatnya, dengan memilah-milah sampah tersebut yaitu seperti sampah organik dan sampah non organik.
“Kebersihan menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya siswa tetapi semua warga Madrasah. Sehingga setiap Jumat saya mewajibkan kepada dewan guru untuk bahu membahu membersihkan lingkungan sekolah baik di kelas maupun lingkungan sekolah. Sehingga pada saat nanti dilaksanakan pembelajaran tatap muka lingkungan sekolah tetap bersih”. Ungkap Ratna Ayu Kartika Wulan selaku kepala MTs Negeri 2 Banjarnegara pada Jumat, (18/6).
Waka Kesiswaan MTs Negeri 2 Banjarnegara, Nur Farida juga menuturkan “Kegiatan kebersihan di MTs Negeri 2 Banjarnegara selama masa pandemi ini dijadwal oleh kelasnya masing-masing. Diatur oleh wali kelasnya, sehingga mereka datang ke madrasah sesuai jadwal. Perhari 4-5 siswa yang melaksanakan kebersihan di masing-masing kelas. Agar menghindari kerumunan maka kebersihan dilaksanakan dari pagi hingga siang, sehingga meminimalisir kerumunan”, imbuhnya.
Sedangkan Waka Sarana dan Prasarana MTs Negeri 2 Banjarnegara, Eko Widodo menambahkan, “Sebagai Madrasah Adiwiyata, MTs Negeri 2 Banjarnegara tetap menjadwalkan kegiatan menyiram supaya tanaman dan bunga-bunga selalu disiram. Jadi tidak ada tanaman dan bunga yang ditaruh dalam pot mengalami kekeringan. Guru juga diberi tugas dengan tanggung jawab menyiram bunga-bunga tersebut.”
Beliau berharap semoga MTs Negeri 2 Banjarnegara sebagai Madrasah Adiwiyata tetap menjadi madrasah bersih, sehat, dan lingkungan tetap asri. Sehingga dapat meningkatkan sebagai Madrasah Adiwiyata secara nasional. (MJ/50)

