Mentri BUMN Erick Thohir Komitmen Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat Pra Sejahtera di Rembang

Media Jateng, Rembang- Menteri BUMN Erick Thohir terus mendorong peningkatan jumlah perempuan mandiri lewat program Mekaar di Kabupaten Rembang.

Saat ini tercatat sebanyak lebih dari 35 ribu perempuan telah dibantu pendanaan usahanya melalui program Mekaar. Namun angka ini masih di bawah target yang ditetapkan atau masih 50% dari jumlah masyarakat prasejahtera di Kabupaten Rembang.

Komitmen Erick Thohir dalam membantu masyarakat pra sejahtera di Kabupaten Rembang disampaikan oleh Staf Khusus Erick Thohir, Arya Sinulingga dalam kunjungannya ke Pasar Murah dan Bazaar UMKM yang diadakan di Alun-Alun Kabupaten Rembang.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Semen Indonesia Grup (SIG) dan Bulog sebagai penyedia paket pasar murah.

“Pak Erick memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan daya saing pelaku UMKM dan ultramikro. Erick Thohir telah membentuk holding BUMN ultramikro yang melibatkan BRI, PNM, dan Pegadaian. Sinergisitas ketiga BUMN tersebut kian memperkuat ekosistem dalam mendukung pelaku UMKM dan ultramikro” jelas Arya.

Secara Nasional saat ini Ultramikro pertumbuhannya sangat pesat dimana pada tahun 2019 mulanya hanya berjumlah 5 juta nasabah hingga kini hampir 13 juta pelaku usaha ultramikro yang sudah mendapatkan kemudahan pembiayaan usaha.

Artinya, Erick Thohir juga sudah berhasil membuka jutaan peluang lapangan pekerjaan.

Kegiatan Pasar Murah dan Bazar UMKM BUMN sendiri dihadiri oleh lebih dari 3.000 nasabah Mekaar yang ada di Kabupaten Rembang. Pada kesempatan itu turut hadir juga Bupati Kabupaten Rembang, Abdul Hafidz yang menyambut baik kegiatan ini dan berterima kasih atas kepedulian BUMN untuk masyarakat di Kabupaten Rembang.

Salah satu UMKM asal Kabupaten Rembang, Muhammad Rochman penghasil batik tulis Lasem merasakan peranan BUMN untuk usahanya sangat besar, mulai dari pendanaan hingga pendampingan usaha berupa kesempatan memasarkan produknya melalui pameran.

“Saya dikasih kesempatan untuk ikut pameran di Jakarta dan penjualannya dasyat. Saya bisa dapat untung 50 juta rupiah sehari dan pameran berlangsung selama 5 hari. Seumur hidup usaha saya, itu untung terbesar yang pernah saya dapatkan” jelas Rochman.

Lebih lanjut Rochman kesiapan dirinya untuk membawa batim lasem lebih mendunia lagi melalui promosi yang dilakukan oleh BUMN. Saat ini produknya sudah bisa didapatkan di berbagai Negara di dunia namun ia menargetkan untuk Negara Eropa lainnya.Media Jateng /70