Media Jateng, Semarang – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Wahyu Liluk Winarto mengatakan jika bantuan dana operasional sebesar Rp25 juta per tahun untuk setiap Rukun Tetangga (RT) di Kota Semarang dinilai berdampak luas bagi masyarakat. Selain mengurangi beban iuran warga, kebijakan ini juga dinilai mampu menggairahkan ekonomi hingga memunculkan peluang usaha baru.
Politisi Partai Demokrat yang akrab disapa Liluk itu menjelaskan banyak warga yang menyambut baik program dari Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, bahkan masyarakat antusias menyambut program itu.
“Selama saya berkeliling, program ini diterima cukup bagus. Kita akan lihat dampak signifikan sampai Desember nanti,” jelasnya.
Ia mengakui, masih ada beberapa kendala dilapangan yang dirinya temui, terutama persoalan teknis dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ).
“Banyak yang mengeluh LPJ rumit. Tapi seiring berjalan waktu, dengan pendampingan dinas terkait, bidang hukum Setda, dan pengawas lainnya, Alhamdulillah bisa berjalan lancar,” imbuhnya.
Sampai awal dibagikan hingga saat ini, ia melihat jika dana operasional RT berdampak nyata mengurangi iuran rutin masyarakat. Kegiatan tahunan semisal peringatan 17 Agustus atau halalbihalal kini bisa dibiayai melalui dana operasional, sehingga tidak selalu membebani warga.
Ia juga melihat tumbuhnya UMKM di lingkungan RT/RW. Salah satu contoh, di Kelurahan Semarang Barat, dana operasional dimanfaatkan. (ot/mj)












