MEDIA JATENG, WONOGIRI — Jalur lintas provinsi Wonogiri–Pacitan, tepatnya di kawasan rawan Gunung Pegat, mendadak steril dari potensi ancaman maut setelah ratusan warga dan aparat gabungan turun tangan secara massal, Jumat (4/9/2026). Aksi bersih-bersih skala besar ini digagas kilat oleh Pemerintah Kecamatan Nguntoronadi guna meredam keresahan publik sekaligus merespons ancaman ganda yang mengintai pengguna jalan: pohon tumbang dan hantu kebakaran hutan di musim kemarau.
Respon cepat ini lahir menyusul laporan masyarakat terkait tingginya kerawanan di ruas Jalan Raya Wonogiri–Pacitan, khususnya di kawasan hutan petak 40 Gebang atau Gunung Pegat. Topografi perbukitan dengan mobilitas kendaraan yang padat membuat jalur penghubung antarprovinsi ini menjadi titik krusial yang menuntut penanganan darurat.
Camat Nguntoronadi, Endrijo Rahardjo, menegaskan bahwa kerja bakti gotong royong ini merupakan wujud nyata kehadiran dan kepedulian pemerintah dalam menjamin keselamatan warga.
“Kegiatan kerja bakti ini adalah bentuk ikhtiar dan tanggung jawab kita dalam memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan yang melintas di lokasi Gunung Pegat ini. Sinergi yang terjalin antara BPBD Wonogiri, Perhutani Wonogiri dan Solo, Forkopimcam, jajaran kepala desa, kelurahan, hingga seluruh elemen relawan membuktikan bahwa semangat gotong royong di Nguntoronadi masih sangat kuat,” ujar Endrijo di lokasi.
Dalam aksi tanggap darurat tersebut, tim gabungan yang melibatkan BPBD Kabupaten Wonogiri, Perhutani Wonogiri dan Solo, Forkopimcam, kepala desa/lurah se-Kecamatan Nguntoronadi, serta puluhan elemen relawan langsung bergerak cepat memangkas dahan pohon yang menjorok ke badan jalan serta merapikan rumpun bambu yang meranggas.
Langkah taktis ini langsung memberikan dampak sigap: jarak pandang pengendara yang sebelumnya tertutup semak dan dahan liar kini kembali terang, sekaligus meminimalisasi risiko fatal kecelakaan lalu lintas akibat jalan licin atau pohon tumbang mendadak.
Tak hanya fokus pada keselamatan lalu lintas, operasi ini juga membidik ancaman serius yang mengintai di balik teriknya musim kemarau: kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tumpukan material kering, ranting rapuh, dan semak belukar yang berserakan di sepanjang bahu jalan dibersihkan total guna memutus rantai potensi titik api (hotspot).
“Selain aspek keselamatan lalu lintas, kegiatan ini juga menjadi langkah konkret mitigasi bencana nonalam dan lingkungan. Tumpukan ranting kering dan semak belukar di sepanjang bahu jalan dibersihkan guna memutus potensi titik api yang dapat memicu kebakaran hutan, mengingat kawasan hutan Perhutani memiliki kerentanan tinggi saat cuaca panas,” imbuhnya.
Dampak positif dari gerakan masif ini semakin terasa berkat dukungan Dinas Lingkungan Hidup dan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Wonogiri yang mengerahkan armada khusus untuk mengangkut sisa vegetasi dan potongan kayu secara kilat. Meski arus lalu lintas sempat direkayasa menggunakan sistem buka-tutup, pembersihan berjalan efisien tanpa melumpuhkan jalur vital antarprovinsi tersebut.
Melalui aksi responsif lintas sektoral ini, ancaman kecelakaan dan karhutla di Gunung Pegat berhasil ditekan secara drastis. Pemerintah Kecamatan Nguntoronadi pun mengimbau para pengendara untuk terus meningkatkan kewaspadaan, sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan perjalanan bersama.
