Jelang Lebaran, Pemprov Jateng Bakal Intervensi Harga Kebutuhan Pokok

SEMARANG, Mediajateng.net – Pemerintah Jawa Tengah akan menerapkan interversi secara langsung untuk mampu mengendalikan kenaikan harga kebutuhan sembilan bahan pokok pada masa–masa Idul Fitri Lebaran 2018.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian Perdagangan Jawa Tengah, Mohamad Santoso, langkah strategi intervensi tersebut diterapkan dengan melakukan gerak cepat dalam memenuhi suplai kebutuhan di tingkat masyarakat.

“Kami sudah bekerja dengan sejumlah distributor bahan pokok, termasuk Bulog, untuk mengatasi peningkatan kebutuhan masyarakat Lebaran ini. Sampai saat ini kenaikan harga diatas 5 persen, baru terjadi pada komoditas cabe rawit merah. Sisanya yang dibutuhkan masyarakat, seperti gula dan beras, justru turun,” tegasnya dalam diskusi “Kendalikan Harga Sembako Lebaran” di Hotel Quest Semarang, Senin ( 28/5)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah memastikan optimis bahwa penyelenggaraan ketersediaan bahan pokok di bulan suci Ramadhan kali ini lebih baik dari tahun lalu. Terlebih saat ini memiliki tim khusus yang terintergrasi dari tingkat pusat, kabupaten, hingga kota. Kinerja tim tersebut bukan hanya melakukan pemantauan dan pengawasan, akan tetapi juga menyangkut penetrasi di tingkat pasar.

Ketua LP2K Semarang, Ngargono sangat menyambut langkah sigap pemerintah Jawa Tengah tersebut. Pihaknya juga sangat mengapresiasi langkah satgas pangan yang semestinya juga memperhatikan persoalan sembako ini.

“Karena selama ini indikasi yang terjadi masyarakat tidak pernah berpikir soal harga. Konsumen hanya berpikir bahwa bahan sembako yang diperolehnya sama yang mereka konsumsi setiap harinya. Tidak menjadi  persoalan ketika harganya saat ini naik.” tutup Ngargono