IPDA Menolak Kenaikan Cukai Tembakau, Demi Melindungi Kedaulatan Ekonomi Petani Tembakau Nasional

mediajateng.net – Pengaturan Cukai Tembakau merupakan komponen paling penting dalam keberlangsungan ekonomi petani tembakau Indonesia.

Kami Pemuda Desa Indonesia menyoroti kebijakan pemerintah khususnya yang berkaitan dengan kebijakan cukai tembakau, berdasarkan kajian lapangan bahwa setiap pemerintah merencanakan kenaikan cukai tembakau pasti berimbas negatif bagi petani tembakau nasional , berimbas pada melemahnya penyerapan dan kehancuran harga tembakau.

Hancurnya harga berawal tahun 2019 ketika ada rencana kenaikan cukai tahun 2020 sebesar 23%, harga semakin parah ketika musim panen 2020 .

Musim panen 2021 merupakan musim penentu kebangkitan ekonomi di pedesaan setelah 2 tahun berturut turut harga anjlok karena dampak dari ulah kebijakan pemerintah tentang kenaikan cukai secara beruntun.

Menyikapi hal tersebut kami pemuda dan pemudi yang tergabung dalam ikatan pemuda desa Indonesia sangat prihatin terhadap melihat terpuruknya ekonomi petani tembakau, “dikala pemerintah menggenjot pemasukan dari Cukai rokok pada saat itu juga petani hancur ekonominya.”

Petani adalah komponen paling lemah dan paling terkena dampak buruk di setiap kebijakan kenaikan cukai.

Musim panen 2021 musim yang masih terbelenggu dampak pandemi Covid-19 untuk itu kami IPDa meminta jangan ada rencana kenaikan cukai di tahun 2022 karena akan berdampak ambruknya ekonomi lanjutan di petani tembakau, di pedesaan saat pandemi ini butuh kebangkitan ekonomi dari hasil panen tembakau karena untuk menyambung hidup petani tidak cukup dengan bantuan sosial dari Pemerintah tapi butuh perlindungan harga hasil panen.

Kami, Ikatan Pemuda Desa Indonesia
Meminta Kepada Presiden RI Untuk mengkaji Rencana Kenaikan Cukai Tembakau Tahun 2022 karena:

1. Kenaikan Cukai tembakau akan berdampak negatif pada komponen paling bawah yaitu Petani Tembakau.

2.Rencana kenaikan Cukai dalam masa pandemi saat ini merupakan alat penghambat pemulihan ekonomi petani.

3.Meminta perbedaan struktur cukai pada Produk yang menyerap bahan baku petani tembakau nasional agar di bedakan dengan produk yang tidak menyerap bahan baku nasional.

4. Demi melindungi petani tembakau Nasional kami meminta agar produk rokok non konvensional untuk di kendalikan karena produk tersebut sampai saat ini belum menyerap bahan baku petani tembakau nasional.

5.Meminta segera di buatkan aturan tentang tataniaga lokal dan pengaturan tataniaga import tembakau.

6. Pemerintah harus bisa melindungi produk Kretek karena Kretek Bukan Rokok.

Demikian permintaan kami terhadap Bapak Presiden RI, kami Ikatan Pemuda Desa Indonesia ikut menyuarakan suara petani sebagai bentuk kepedulian kedaulatan ekonomi Petani Tembakau Nasional. Karena anggota kami juga dari pemuda dan pemudi Desa juga anak dari petani tembakau.

Hari ini kami berkumpul di jawa timur untuk mengetuk hati Bapak Presiden agar rencana kenaikan cukai di tahun 2022 agar di batalkan.

Magetan, Jawa Timur 2 september 2021.***