Hendi Incar PNS Setengah Siluman

SEMARANG, Mediajateng.net – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mewanti-wanti Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak menjadi pegawai setengah siluman. Kreativitas harus selalu ditunjukkan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Terlebih pascalibur panjang dalam minggu kemarin, Hendi menegaskan bahwa pegawai tidak cukup sekadar setor muka dan memenuhi presensi. “Pascalibur panjang kemarin, inspeksi mendadak saya lakukan di beberapa instanti. Saya tidak akan sungkan untuk memberi sanksi berat bagi yang bolos,” terang dia, kemarin.
Hendi juga mengatakan, Pegawa Negeri Sipil di jajaran Pemerintah Kota Semarang harus meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan. “Saya tidak rela jika ada PNS setengah siluman. Artinya, datang pagi untuk mengisi mesin absensi (finger print), kemudian meninggalkan kantor nyari (pekerjaan) sambilan, dan kembali pada sore hari untuk mengisi finger print tanda usai kerja,” tandas dia.
PNS, lanjut Hendi, harus kreatif dan inovatif. Jika tugas yang diperintahkan pimpinan selesai dilaksanakan, segera mengerjakan tugas lainnya sehingga tidak ada lagi alasan menunda pekerjaan, karena menunda pekerjaan berarti menunda pelayanan. “Pola pikirnya harus berubah, karena pemerintah juga terus memperbaiki tunjangan perbaikan penghasilan,” kata wali kota.
Sebelumnya, Walikota melakukan inspeksi ke ruang pelayanan BPPT. Selain mengecek kehadiran pegawai, Walikota juga menanyakan berbagai hal berkaitan dengan regulasi perizinan. “Sekarang proses perizinan menjadi perhatian semua pihak, baik pengusaha, investor maupun masyarakat luas, bahkan Presiden juga memberikan perhatian khusus berkaitan perizinan, terutama menyangkut kepastian waktu, kalau ada regulasi yang perlu diperbaiki, supaya segera lakukan perbaikan,” ungkap Walikota.
Hendi pun mencoba menanya pelayanan BPPT kepada seorang pemohon, Harni, yang saat itu tengah mengurus IMB. Dari situ, Walikota mendapat masukan terkait waktu pengurusan perizinan agar lebih cepat. “Kalau mengurus KRK sekarang memang lebih efisien karena sudah menggunakan sistem online,” ujarnya. (MJ-058)

Comments are closed.