Banyumas, mediajateng.net – Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas Asis Kudumandani meresmikan Grand Opening Objek Wisata Alam Wanasuta yang berada di Desa Dermaji Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas, Rabu sore (7/4/2021). Wanasuta diharapkan menjadi menjadi objek wisata baru di Wilayah Banyumas Barat.


Selama ini Desa Dermaji dikenal dengan Desa Demit atau Desa Melek dalam pengelolaan teknologi informasi. Dibawah kepemimpinan Kepala Desa Bayu Setyo Nugroho ini akhirnya mampu mengekplorasi kekayaan alamnya menjadi tempat wisata.
“Semoga menjadi destinasi wisata utama di Banyumas Barat, menjadi kebanggaan desa, dan semakin meningkatkan kesejahteraan seluruh warga,” harap Kepala Desa yang sudah memimpin desa tersebut selama 3 periode.
Pembukaan tempat wisata ini sebagai ajang persiapan menghadapi puasa dan lebaran, sehingga warga desa Dermaji dan sekitarnya dapat menikmati wisata terdekat.
Taman wisata hutan ini terdapat Curug Wansut kependekan dari Wanasuta. Lokasinya berada di kawasan hutan negara yang dikelola oleh Perhutani. Letaknya cukup strategis karena berada tepat dipinggir jalan sehingga nampak terlihat bila orang melintas.
Manager Pengelola Wisata Alam Wanasuta desa Dermaji, Lumbir, Banyumas Haryoto, mengatakan keberadaan Taman wisata hutan Wanasuta sebenarnya telah dikenal masyarakat sekitar namun saat itu masih dianggap sebelah mata. Namun setelah dikelola secara profesional dari Perhutani dan Pemerintah Desa Dermaji, kini Curug Wanasuta telah menjadi wisata baru, wisata primadona kebanggaan warga Desa Dermaji.
“Keunikan dari curug ini terdiri atas tiga tangga, atau orang Jawa menyebutnya undhak-undhak. Jadi semakin kita turun ke bawah semakin terlihat bagus pula guyuran airnya dan tentunya kita dapat bermandi ria di bawah derasnya air curug,” jelas Haryoto.
Selain curug yang berundak-undak, keunikan lainnya yaitu Curug Wanasuta berada dalam kawasan hutan pinus, di mana kita akan merasakan semilir dedaunan yang tentunya sejuk dan membuat hati kita tenteram. Persiapan telah dilakukan sejak akhir tahun 2020 sebagai wanasuta baru, sedang pembenahan bersama pemerintah desa dan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) di kompleks Perhutani KPH Banyumas barat.
“Untuk persiapan telah dimulai sejak akhir tahun 2020, namun sebenarnya tahun 2017 wisata ini pernah dibuka dan ramai pengunjung, Namun karena kurang seriusnya pengelolaan, tahun 2019 wisata ini sempat terbilang mandeg, ” kata Haryoto.
Namun sekarang ini fasilitas di sini sudah cukup memadai seperti adanya warung makan, toilet, gazebo, tempat parkir yang luas dan ada juga rumah pohon dan arena bermain berupa serta jembatan yang indah. bagi yang hobi banget selfie atau sekedar foto-foto di sini juga disediakan Deck Selfie yang terbuat dari kayu dan bambu.
Dari Deck Selfie tersebut kita bisa melihat pemandangan sekitar curug dengan jelas dan tentunya bikin kita merinding juga karena ketinggiannya yang luar biasa. Selain fasilitas diatas ada juga jembatan cinta jadi jembatan ini menghubungkan dua bukit di atas curug.
Akses menuju wisata Curug Wanasuta ini, tidaklah sulit.
“Apabila dari Purwokerto kita ambil arah Gumelar, di pertigaan Desa Paningkaban kita ambil kiri arah Dermaji, Lumbir, lalu ikuti jalan sekitar 10 menit kita akan sampai di loket wisata Curug Wanasuta,” tambahnya
Kemudian jika kita melewati Jalur Selatan atau Lumbir di pertigaan Kedunggede masuk ke Utara (Alternatif Ajibarang) sekitar 10 menit, ikuti jalan dan kita akan sampai di loket wisata Curug Wanasuta. Untuk rutenya sendiri Curug Wanasuta hanya memiliki 1 rute jadi sangat memudahkan para wisatawan berkunjung. Dari parkiran kita akan menyusuri jalan setapak menurun sekitar 300-500 meter.
Wisata Curug Wanasuta saat ini menjadi salah satu objek wisata yang hits di sekitar Kabupaten Banyumas karena viral di berbagai sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter bahkan Blog. Saat ini Wisata Curug Wanasuta tidak pernah sepi pengunjung terlebih lagi ketika akhir pekan, bukan saja warga sekitar tetapi warga dari luar sangatlah membludak.
Untuk hari Minggu atau libur biasanya dipenuhi anak-anak, selain anak-anak banyak juga pengunjung remaja bahkan orang tua. Mereka biasanya menghabiskan hari libur di Curug Wanasuta dengan mandi di curug, selfie, maupun menikmati alam dengan jogrogan atau duduk santai. (MJ/50)
