Ditemukan Pemilih Yang Tidak Penuhi Syarat, Bawaslu Minta KPU Lakukan Perbaikan Data

Semarang, mediajateng.net, – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang masih menemukan data pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) tercantum di A-KWK.

Demikian yang terungkap dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran dan Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Semarang Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh KPU Kota Semarang, pada Rabu (9/9/2020).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bawaslu Kota Semarang, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang,Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Semarang, Camat se-Kota Semarang, dan anggota PPK se-Kota Semarang.

Menurut Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Semarang, Nining Susanti, berdasarkan PKPU 19 Tahun 2019 Data A-KWK merupakan hasil sinkronisasi Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu terakhir sehingga pemilih yang sudah TMS pada pemilu sebelumnya seharusnya sudah tidak ada lagi.

“Berdasarkan hasil pengawasan Berita Acara Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) tingkat kelurahan dan kecamatan jumlah pemilih di Kota Semarang 1.180.198 pemilih. Sementara Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) oleh jajaran KPU Kota Semarang berjumlah 1.180.211 pemilih. Menyikapi hal ini Bawaslu Kota Semarang memberikan saran perbaikan kepada KPU Kota Semarang agar dilakukan perbaikan berita acara,” ungkapnya.

Nining Susanti menambahkan selama pelaksanakan Pencocokan dan Penelitian (COKLIT), Bawaslu Kota Semarang dan jajarannya telah memberikan saran perbaikan terkait pemilih yang TMS, seperti meninggal, pindah domisili dan pemilih baru sebanyak 481 yang tersebar di 26 kelurahan dan 6 kecamatan.

“Kami telah melakukan kroscek secara sampling terkait Tindak Lanjut (TL) KPU Kota Semarang. Jika setelah Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) saran perbaikan ini masih ada yang belum ter-TL, Bawaslu Kota Semarang akan memproses hal ini lebih lanjut,” ujar Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini.

Lebih lanjut Bawaslu juga menghimbau kepada Stakeholder dan partai politik agar ikut berperan aktif dalam proses Pencermatan Data Pemilih pada Pilwakot Tahun 2020. (ot/mj)