Banjarnegara, mediajateng.net – Sabtu, 4 September 2012, CV Indo Atsiri Jaya menggelar kemitraan budidaya talas beneng dengan para petani Karanganyar Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara.
Acara yang dihadiri oleh Mahmudin, Kepala Desa Karanganyar itu mendapat respon positif dari para petani. Hadir pula dalam acara tersebut, Field Assistant PT. Telkom Indonesia, Dhea Ratna Ayu. Selain itu, Owner dan Manajer CV Indo Atsiri Jaya juga turun langsung untuk ikut memberikan penjelasan kepada para petani.
Fikri, Marketing CV. Indo Atsiri Jaya yang ikut dalam acara tersebut menjelaskan bahwa budidaya talas beneng sangat menguntungkan jika dilakukan dengan sesuai prosedur. Karena talas beneng relatif mudah untuk ditanam bahkan tak jarang sering kita temui tumbuh liar di pinggir-pinggir sungai.
“Talas beneng ini mirip dengan tanaman talas pada umumnya. Karakternya hampir sama dengan senthe, lumbu dan sejenisnya. Jadi sangat mudah untuk dibudidayakan. Untuk lahan seluas 1 hektar, bisa ditanami talas beneng sebanyak 10.000 pohon dengan jarak 1 meter per pohon.” Jelas Fikri.
Program kemitraan talas beneng ini merupakan langkah maju CV. Indo Atsiri Jaya yang sebelumnya sudah memproduksi minyak atsiri sebagai komoditas utamanya.
Sebagaimana minyak atsiri yang sudah sering diekspor ke berbagai negara oleh CV. Indo Atsiri Jaya, talas beneng ini pun nantinya akan diekspor ke luar negeri.
“Dengan program kemitraan yang kami tawarkan kepada para petani, menanam talas beneng itu sangat menguntungkan. Sebab, mulai dari daun, batang dan umbinya laku semua. Kami menerima daun, batang dan umbinya, jadi petani tidak perlu risau hasilnya tidak laku, karena semuanya kami beli” Jelas Pipit, Manager Indo Atsiri Jaya.
Sementara itu, Andi, selaku Owner dari CV. Indo Atsiri Jaya, ikut mensuport para petani di Desa Karanganyar untuk menanam talas beneng. Menurutnya, para petani yang selama ini menanam singkong namun kurang maksimal bisa bermigrasi untuk menanam talas beneng.
“Saya anak petani, jadi saya yakin jika lahan di sini pun bisa produktif untuk menanam talas beneng” Ujar Andi.
Program kemitraan budidaya talas beneng yang ditawarkan oleh CV. Indo Atsiri Jaya ini mendapat respon positif dari para petani dan Kepala Desa Karanganyar.
“Sudah saatnya para petani di desa kami meninggalkan cara-cara konvensional yang kurang produktif menuju ke cara-cara bertani dan bercocok tanam yang sesuai perkembangan zaman, yakni mampu bersinergi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian saat ini” Jelas Mahmudin, Kepala Desa Karanganyar.
Saat ini, talas beneng merupakan komoditas ekspor yang cukup banyak diminati oleh para petani di berbagai wilayah di Indonesia. Sebab, kemudahan dalam membudidayakan tanaman serta keuntungan yang diraih sangat menggiurkan. Hasilnya tentu saja sangat menguntungkan bagi para petani dari segi finansial. (MJ/50)

