Bupati Grobogan Antusias Dengan “Swieke”

Bupati Sri Sumarni senang denga Swieke Kodok, Purwodadi. Pengakuan itu langsung diungkapkan pimpinan wilayah tersebut, usai menghadiri parade seni yang digelar dibundaran Alun-aun purwodadi, Senin (6/3).

Tentu pengakuan senang Swieke Kodok bukan murni atas nikmatnya kuliner khas Grobogan tersebut. Namun, penegasan rasa suka disampaikan usai menyaksikan seni tari tradisional yang disuguhkan sejumlah siswa di Kabupaten Grobogan.

Bupati Sri Sumarni mengapresiasi kreatifitas seni yang ditunjukan dalam pawai seni tari sejumlahs ekoah. Selain mampu menyelamatkan tari tradisional kreatfitas sekolah juga mampu memperkuat identitas daerah.

“Paling menarik tari sweike, pertunjukan ini menunjukan pemuda Grobogan sangat kreatif mengangkat kearipan lokal Grobogan, semoga kedepan lebih kreatif lagi,” tambahnya.

Banyaknya sekolah yang mampu menampilkan perwakilan dalam pawai seni tari tradisional, menunjukan kesenian tradisional di Kabupaten Grobogan masih dapat terselamatkan. Pasalnya, generasi muda tetap bangga mempertontonkan kemampuan bermain tari.

Kegiatan budaya itu, digelar dalam rangka selamatkan seni tradisional, Pemerintah Kabupaten Grobogan menggelar parade budaya di bundaran alun-alun Purwodadi. Kegiatan diikuti sebanyak 16 perwakilan sekolah dan organisasi kemasyarakatan, Senin (6/3).

Kegiatan yang dibuka Bupati Sri Sumarni, menampilkan berbagai kreasi seni tari yang kembanyakan disuguhkan perwakilan sekolah. Dimulai dengan penampilan dua sekolah yang menampilkan tari yang sama yakni SMP negeri 3 dan 2 yang menyuguhkan tari ‘Tetanem’ kegatan yang dilaksanakan mulai pukul 13.30, tetap menjadi perhatian warga yang berkumpul.

Tari kreasi, menceritakan kebanyakan warga Grobogan yang mengambil mata pencaharian sebagai petani. Dimana, gerak dan tari yang disuguhkan menunjukan bagaimana susahnya petani mencangkul, menanam, menjaga tanaman dari serangan burung hingga proses memanen, disuguhkan dengan apik didepan Bupati, Kapolres, Komandan Kodim, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri.

Yang mengejutkan dan menarik perhatian, penampilan ketiga yakni penampilan dari siswa dari SMA N 1 Adiwiyata Gemilang Toroh. Dimana, siswa ramaja pria yang tidak mengenakan pakaian dengan gagah menarikan tari Blandong. Dimana, konotasi blandong yang berarti pencuri kayu ditampilkan dalam suguhan tari yang menunjukan sosok gagah.

“Blandong, kedah gagah, otot kiat. Blandong kedan pinter milih kajeng engkang sae,” ungkap petugas dari pengeras suara.(MJ-505)