Beri Kuota Mahasiswa Miskin, Undip Nyatakan Sebagai Kampus Rakyat

SEMARANG, mediajateng.net – Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Prof. Yos Johan Utama menyampaikan bahwa Undip adalah kampus rakyat yang dipenuhi rasa welas asih. Menurutnya, Undip tidak hanya melayani mahasiswa yang berkemampuan ekonomi tetapi Undip dengan tegas memberikan jaminan akan melayani mahasiswa yang tidak mampu minimal 20% dari kuota yang ada.

“Dan bahkan ternyata Undip telah memberikan akses bagi lebih 30% mahasiswa yang tidak mampu baik melalui program bidikmisi maupun penetapan UKT kelompok 1 dan 2 serta 3. Tahun ini saja ada lebih dari 1000 mahasiswa yang diterima Undip ,” ungkapnya.

Demikian disampaikan Yos Johan Utama dihadapan ribuan mahasiswa di acara pengukuhan mahasiswa baru yang diterima di kampus Undip tahun akademik 2018/2019, pada Senin (6/8) di Stadion Undip kampus Undip Tembalang.

Menurutnya, selain kampus rakyat, Undip juga menjadi kampus pemersatu. Ribuan mahasiswa yang diterima berasal dari segenap suku bangsa yang ada di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

“Saudara-saudari mahasiswa baru angkatan 2018, Undip adalah Indonesia mini, karena mahasiswa Undip berasal dari segenap suku bangsa yang ada di Indonesia. Walaupun berbeda beda suku bangsa, kalian dipersatukan Undip menjadi satu. Di Undip tidak ada semangat kesuku-sukuan, tidak ada suku Papua,suku Jawa,suku Batak, suku Bugis karena kita semua adalah insan-insan yang cinta NKRI, karenanya kita adalah satu rakyat Indonesia,” tandasnya.

Seperti diketahui, dalam pengukuhan mahasiswa baru tersebut, sebanyak 11.381 putra putri terbaik bangsa kembali diterima Universitas Diponegoro tahun akademik 2018/2019. Mereka terdiri dari program Doktor 140 orang, Program Magister 964 orang, Program Spesialis 142 orang , Program Profesi 16 orang, program sarjana 8.239 dan program vokasi 1.896 orang.(ot/mj)