BANJARNEGARA, MediaJateng.Net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara dan BPBD Kabupaten Pemalang resmi menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Aula Eling Waspada Siaga (Elwasi) Kantor BPBD Kabupaten Banjarnegara, Kamis (30/10/2025).
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aji Piluroso, dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Andri Adi.
Dalam sambutannya, Aji Piluroso menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas daerah dalam menghadapi potensi bencana.
“Maksud Perjanjian Kerja Sama ini adalah untuk mensinergikan kegiatan penanggulangan bencana antara Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Sedangkan tujuannya adalah memperkuat penyelenggaraan penanggulangan bencana sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing daerah,” ujar Aji.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Pemalang, Andri Adi, menekankan pentingnya tindak lanjut dari kerja sama tersebut agar tidak berhenti sebatas dokumen.
“Kerja sama ini akan menjadi arsip tanpa makna jika tidak ada tindak lanjutnya. Kami berharap PKS ini benar-benar riil, misalnya dengan saling berbagi informasi dan kegiatan. Jangan malu untuk meniru dengan prinsip ATM: Amati, Tiru, dan Modifikasi,” ungkapnya.
Andri juga menambahkan bahwa kerja sama ini sebaiknya tidak hanya berfokus pada tahap tanggap darurat bencana, tetapi juga mencakup upaya kesiapsiagaan sepanjang tahun.
“Semoga PKS ini membawa manfaat nyata dalam peningkatan kesiapsiagaan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Pemalang,” imbuhnya.
Assisten Pemerintahan yang diwakili Kabag Pemerintahan Setda selaku sekretaris Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) Muiz mengatakan kerja sama antar-BPBD lintas kabupaten ini merupakan contoh sinergi antar daerah dalam menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks, sekaligus memperkuat jejaring koordinasi penyelenggaraan penanggulangan bencana di wilayah Jawa Tengah bagian barat.***












