Semarang

Atasi Kemacetan Lebaran, Dishub Kota Semarang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Titik Rawan

×

Atasi Kemacetan Lebaran, Dishub Kota Semarang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Titik Rawan

Sebarkan artikel ini

Media Jateng, Semarang, – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang telah memetakan beberapa titik rawan kemacetan yang akan terjadi pada musim libur Lebaran 2026.

Skenario rekayasa lalu lintas sudah disiapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami penumpukan kendaraan selama periode mudik lebaran.

Menurutnya, titik tersebut umumnya terjadi di kawasan wisata, pusat oleh-oleh, pusat perbelanjaan serta pasat tradisipnal yang ramai dikunjungi masyarakat.

Beberapa lokasi yang diprediksi menjadu penumpukan kepadatan antara lain Pasar Peterongan dan Pasar Mangkang. Selain itu ruas jalan yang tengah mengalami perbaikan seperti di Kaligawe dan rawan banjir juga menjadi perhatian menimbulkan perlambatan arus kendaraan.

Selain jalur dalam kita, potensi kepadatan kuga diperkirakan terjadi di sejumlah simpul transportasi seperti Kawasan Gerbang Tol Kalikangkung, Stasiun hingga Bandara.

Sementara di jalur arteri potensi kepadatan diperkirakan terjadi di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan hingga kawasan Gombel, Simpang Kariyadi, Panularsih hingga Kalibanteng.

“Penumpukan kepadatan kendaraan pemudik biasanya mulai terjadi sebelum hari H lebaran, hari H dan masa arus balik,” ungkapnya, Minggu, (15/3/2026).

Menurut Danang, Kota Semarang menjadi salah satu kota jujugan dan sebagai kota transit.

Selain melintas, pemudik juga makan disini, sehingga mulai pusat perbelanjaan, tempat makan, itu sudah termonitor oleh kami,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Dishub telah menyiapkan rekayasa lalu lintas berbasis sistem pemantauan digital melalui Area Traffic Control System (ATCS). Melalui sistem ini pengaturan lampu lalu lintas dapat disesuaikan secara real tume guna mengurai penumpukan kendaraan tanpa harus mengerahkan petugas secara manual di lapangan.

Pihaknya juga telah menyiagakan 250 personel yang dibagi tiga shift. Para petugas ditempatkan di sejumlah posko mandiri Dishub, pusat kontrol ATCS di Tambakaji serta posko pengamanan angkutan Lebaran bersama TNI dan Polri.

“Nantinya standby di beberapa posko mandiri milik Dishub, kantor pusat ATCS di Tambakaji dan juga diminta bergabung di Posko Pengamanan Angkutan Idul Fitri bersama TNI-Polri, “ pungkas Danang.(ot/mj)