Media Jateng, SEMARANG – Sebanyak 103 pembimbing haji dan umrah mengikuti Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan III Tahun 2026 yang digelar Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang.
Kegiatan yang berlangsung pada 25–30 September 2026 tersebut digelar bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah RI. Para peserta berasal dari 42 kabupaten/kota yang tersebar di 10 provinsi.
Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pembimbing agar semakin profesional dalam memberikan pendampingan kepada jemaah haji dan umrah.
Pembimbing Dituntut Tak Sekadar Mendampingi
Dekan FDK UIN Walisongo, Dr. H. Nasihun Amin, M.Ag., mengatakan pembimbing memiliki peran penting dalam membantu jemaah selama menjalankan ibadah.
Menurutnya, pembimbing tidak cukup hanya mengetahui teknis pelaksanaan ibadah, tetapi juga harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai kebutuhan jemaah.
“Pembimbing tidak hanya mendampingi jemaah, tetapi harus bisa memberikan sesuatu kepada jemaah yang benar-benar membantu,” ujarnya saat membuka kegiatan, Jumat (25/9).
Ia menambahkan, seorang pembimbing perlu menguasai regulasi penyelenggaraan haji, baik di Indonesia maupun Arab Saudi.
Selain aspek regulasi, pemahaman mengenai peribadatan serta kesiapan mental juga menjadi bagian penting. Hal tersebut diperlukan karena pembimbing akan menghadapi jemaah dengan karakter, kondisi, dan kebutuhan yang beragam.
Peserta Datang dari Berbagai Daerah
Sementara itu, H. Muh Arif Hanafi, S.T., M.M., yang mewakili Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah, menekankan pentingnya kompetensi pembimbing.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah pemahaman mengenai kesehatan jemaah. Kompetensi tersebut dinilai penting mengingat pembimbing berhadapan langsung dengan jemaah selama proses pelaksanaan ibadah.
Ketua Panitia, Dr. H. Abdul Rozaq, M.Ag., AH., menjelaskan dari 103 peserta, sebanyak 80 orang berasal dari Jawa Tengah, sedangkan 23 peserta lainnya berasal dari luar Jawa Tengah.
Peserta bahkan datang dari wilayah yang cukup jauh. Salah satunya berasal dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Ada Praktik Micro Guiding hingga Manasik
Selama enam hari pelaksanaan sertifikasi, peserta mendapatkan beragam materi untuk menunjang kemampuan sebagai pembimbing haji dan umrah.
Materi yang diberikan antara lain kebijakan haji dan umrah, fikih haji, kesehatan, profesionalitas, manajemen pembimbingan, psikologi komunikasi, hingga teknologi informasi.
Tidak hanya mendapatkan materi secara teori, peserta juga mengikuti sejumlah kegiatan praktik dan evaluasi.
Di antaranya micro guiding, manasik haji, pre-test, wawancara, dan post-test.
Melalui rangkaian tersebut, peserta diharapkan memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan yang lebih baik dalam menjalankan tugas sebagai pembimbing ibadah haji dan umrah.
Sertifikasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya FDK UIN Walisongo Semarang bersama Kementerian Haji dan Umrah RI untuk mendorong tersedianya pembimbing yang kompeten dan mampu memberikan pelayanan optimal kepada jemaah.(ot/mj)
