Pariwisata

Rupiah Anjlok, PHRI : Jadi Peluang Besar Kunjungan Wisman Meningkat

×

Rupiah Anjlok, PHRI : Jadi Peluang Besar Kunjungan Wisman Meningkat

Sebarkan artikel ini

Media Jateng, Semarang, – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini, bisa menjadi peluang bagi industri pariwisata Indonesia. Diperkirakan banyak wisatawan mancanegara (wisman), khususnya dari negara-negara tetangga, yang akan mengunjungi Indonesia.

Demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran. Menurutnya, nilai tukar rupiah yang melemah dapat merangsang daya belanja yang lebih besar karena harga menjadi relatif lebih murah.

Meski berpeluang besar kata Maulana, dampaknya belum terlihat langsung terhadap kunjungan wisman.

“Kita masih belum bisa melihat dampak langsungnya terhadap kunjungan wisatawan mancanegara. Tetapi potensinya tentu ada,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini.

Dampak yang belum terlihat signifikan itu menurut Maulana, bisa juga karena situasi geopolitik di Timur Tengah saat ini. Konflik yang masih berlangsung dinilai berpotensi mengganggu mobilitas wisman yang selama ini memanfaatkan kawasan tersebut sebagai jalur penerbangan.

“Karena itu, kita perlu banyak mendorong pasar-pasar di negara tetangga atau negara-negara yang tidak melalui hub di Timur Tengah,” katanya.

Pihaknya mencermati kondisi ini dapat dimanfaatkan industri pariwisata Tanah Air untuk menarik wisatawan dari pasar yang lebih dekat dan memiliki akses penerbangan langsung. Hal ini juga kata dia, dalam rangka memanfaatkan momentum pelemahan kurs rupiah.

Di lain sisi, Maulana menyoroti kenaikan harga avtur yang berdampak pada harga tiket pesawat. Menurutnya, hal itu menjadi tantangan tersendiri mengingat transportasi udara masih menjadi tulang punggung mobilitas wisatawan di Indonesia sebagai negara kepulauan.(**)