‎Diterjang Banjir, Dua Jembatan Penghubung Antar Desa Terancam, Satu Patah dan Satu Terancam Ambruk

admin
By
admin
2 Min Read

‎Banjarnegara, MediaJateng.Net – Hujan deras yang melanda wilayah Banjarnegara atas mengakibatkan banjir bandang pada Sungai Mrawu dan Sungai Bojong.

‎Dampaknya, dua jembatan penghubung Desa Karekan, Kecamatan Pagentan dengan Desa Kalilunjar, Kecamatan Pejawaran mengalami kerusakan, satu badan jembatan longsor dan satu terancam ambruk.

‎Demikian disampaikan Kepala Desa Karekan, Sampan, Kamis 12 Desember 2024 di kantor Desa.

‎“Banjir paling besar terjadi pada hari Selasa, 10 Desember 2024. Sore itu, hujan turun deras sekali dari pagi. Terjadi banjir besar. Air sungai meluap hampir mencapai batas jembatan. Agaknya bangunan jembatan utara longsor hingga separuh badan jembatan hilang,” kata Sampan.

‎Longsornya jembatan ini mengakibatkan akses menuju wilayah kecamatan Pejawaran dan sekitarnya dan sebaliknya dari Kecamatan Pejawaran menuju Kecamatan Pagentan terganggu.

‎Hanya kendaraan roda 2 yang bisa lewat. Itu pun harus ekstra hati-hati. Kejadian ini sudah kami laporkan kepada pihak terkait agar segera mendapat perhatian.

‎“Mohon sekali perhatian para pimpinan di Kabupaten agar jembatan segera diperbaiki dan akses dipulihkan. Hal ini mengingat pentingnya jalan dan jembatani sebagai akses yang lebih pendek untuk jalur mobilisasi warga dan jalur ekonomi warga ke luar wilayah serta ke sentra ekonomi,” imbuh Sampan.

‎Terpisah, Kepala DPU PR melalui Kabid Bina Marga, Tutut Hermawan membenarkan tentang rusaknya jembatan Sungai Bojong dan jembatan Kali Mrawu pada ruas jalan Karekan-Kalilunjuar akibat diterjang banjir.

‎Banjir disertai batu-batu menghantam abutmen mengakibatkan talud opritan di kedua jembatan longsor dan juga badan jalan ikut terkena dampaknya.

‎“Sisi utara badan jembatan Kali Bojong longsor, sedangkan jembatan Kali Mrawu badan jalan amblas sampai 3 m,” ujar Tutut.

‎Kita memahami pentingnya jembatan dan akses jalan ini bagi mobilisasi warga dan mobilitas ekonomi warga. Kita akan terus mengupayakan perbaikan secepatnya, namun mengingat terbatasnya anggaran daerah kita tidak bisa memastikan kapan waktunya.

‎“Kita akan mengupayakan dari berbagai akses, tidak hanya mengandalkan anggaran daerah. Pusat juga kita tembusi” pungkas Tutut.***(MJ/BPBD)

Share This Article