Siswa Korea Penasaran Dengan Singkong dan Filosofinya

admin
By
admin
3 Min Read

Media Jateng, Salatiga – Puluhan siswa SMP Negeri 2 Salatiga dan 9 siswa dari Global Vision Christian School Korea Selatan jauh – jauh datang ke kota Salatiga.

 

Mereka terdiri dari 6 perempuan dan 3 laki-laki, bersama 4 guru ternyata mengikuti program pertukaran pelajar (student exchange) yang dikemas penuh budaya dan keunikan khas Salatiga.

Dalam program yang digelar selama empat hari ini, siswa-siswi dari Negeri Ginseng diajak menyelami gastronomi lokal, khususnya yang berbasis ketela atau singkong, bahan pangan yang punya filosofi mendalam di budaya Indonesia.

 

Kepala SMPN 2 Salatiga, Mudjiati, mengungkapkan bahwa siswa-siswi Korea dikenalkan berbagai jenis makanan tradisional khas Salatiga berbahan dasar ketela.

 

“Disini anak-anak belajar bagaimana filosofi ketela. Selain itu para siswa juga belajar menanam ketela,” ujarnya saat ditemui di Kampung Telo, Argotelo, Salatiga, Selasa, 15 April 2025.

 

Baca juga : Menangani Stunting Harus Jadi Budaya, Bukan Sekadar Program Kerja Pemerintah

 

Tak berhenti di situ, mereka juga berkesempatan membatik dengan motif singkong—unik dan sarat makna lokal. Yang tak kalah menarik, para siswa ini juga diajak mengunjungi lokasi produksi makanan legendaris Salatiga, enting-enting gepuk.

 

Duta Genre Salatiga 2024

Juliana Sheila U. Tampubolon, yang turut dalam kegiatan ini tampak antusias. Sheila juga membagikan pengalaman pribadinya selama kegiatan ini.

 

“Bagi saya, selain sharing dengan teman-teman Korea, keasyikan yang saya dapat adalah mendapatkan teman baru dan bertukar informasi budaya, bahkan sesama hobi,” katanya bersemangat. Ini adalah salah satu yang bisa dibilang luar biasa banget,” tutur perempuan yang sedang mempersiapkan diri mewakili Salatiga di ajang Duta Genre tingkat Jawa Tengah.

 

Baca juga : Merasa Tak Nyaman, Aipda Robig Zaenudin Minta Tambahan

 

Senada pemilik Kampung Argotelo, Toni Anandya Wicaksono, menjelaskan bahwa pihaknya memang menyediakan paket edukasi olahan singkong, mulai dari pengolahan dasar, pembuatan singkong keju, hingga minuman tradisional berbasis jamu dan ketela.

 

“Siswa-siswi Korea juga kita ajak membatik bercorak singkong. Jadi gastronomi Salatiga biar lebih terangkat,” ujarnya.

 

Tak hanya membatik, para siswa juga belajar membuat singkong fla, yang jadi andalan olahan di Kampung Telo.

 

“Kami ingin sekali memperkenalkan industri singkong ini memberikan efek kepada masyarakat secara luas, baik dari sisi industri/pengolahannya maupun ekonomi kreatif dan wisatanya,” pungkas Toni.

Share This Article