PDAM Ajak Warga Semarang Cegah Penurunan Tanah

admin
By
admin
3 Min Read

Semarang, mediajateng.net, – Setiap tahun Kota Semarang mengalami penurunan tanah sekitar 10 cm.

Salah satu penyebab penurunan tanah di kawasan pesisir Kota Semarang adalah penggunaan air tanah secara masif.

Salah satu upaya pencegahan penurunan tanah yakni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Semarang meminta warga menggunakan air PDAM untuk mengurangi penurunan tanah.

“Namun, masih banyak warga yang enggan. Karena sudah pada terbiasa pakai air tanah melalui sumur bor,” ujar Direktur Utama (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang, Yudi Indardo.

Padahal, lanjutnya, jika bicara soal kualitas air PDAM jauh lebih baik dibandingkan air resapan yang ada di pesisir.

“Kalau kualitas kita bisa lebih baik dibandingkan air resapan itu,” paparnya.

Saat ini, PDAM sudah siap menampung 100 persen kebutuhan warga dan perusahaan di Kota Semarang.

“Tentunya ini bisa menjadi solusi permasalahan penurunan tanah di Kota Semarang,” ujarnya.

Meski sudah memenuhi kebutuhan warga Kota Semarang, sampai saat ini warga yang berlangganan air PDAM baru sekitar 60 persen dari total penduduk Kota Semarang.

Kawasan permukiman dan industri di pesisir Kota Semarang seharusnya digarap dengan baik untuk mengatasi masalah penurunan tanah.

“Karena selama ini mereka menggunakan air tanah yang menyebabkan permukaan tanah menurun 10 cm setahun,” ungkapnya.

Saat ini, PDAM juga sedang melakukan bekerja sama dengan dinas terkait baik kota maupun provinsi untuk bersama-sama mengatur soal perizinan pengambilan air tanah.

“Karena sudah 100 persen kita bisa suplai, seharusnya rekomendasi pakai air tanah dalam sumur tidak dikeluarkan lagi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pakar lingkungan dan tata kota Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Mila Karmila menyebut, pesisir Kota Semarang setiap tahunnya mengalami penurunan tanah sekitar 10 cm.

“Penurunan tanah itu ada di daerah pesisir. Karena memang ini tanah muda,” jelasnya.

Meski tanpa adanya bangunan di pesisir Kota Semarang, dia memprediksi permukaan tanah di Kota Semarang tetap terjadi penurunan.

“Karena ada beban bangunan juga sekarang, jadi penurunannya tambah banyak,” paparnya.

Selain kontur tanah pesisir yang masih muda, pengambilan air tanah secara masif juga menjadi penyebab penurunan tanah di Kota Semarang.

“Jadi semakin parah penurunan tanah di Kota Semarang. Ini sudah mencapai lebih dari 10 sentimeter per tahun,” ujarnya.

Soal pengambilan air tanah juga menjadi permasalahan yang lain. Sampai saat ini banyak perusahaan yang masih menggunakan air tanah.

“Pemerintah harus menyediakan dulu air yang bisa menjadi pengganti air bawah tanah. Kalau airnya jelek industri pasti tak mau,” imbuhnya.(ot/mj)

Share This Article