KudusKulinerLebaran

Lomba Adzan Subuh dan Tarkhim di Festival Takjil Kampung Budaya Piji Wetan

×

Lomba Adzan Subuh dan Tarkhim di Festival Takjil Kampung Budaya Piji Wetan

Sebarkan artikel ini

KUDUS, mediajateng.net – Di pekan ketiga Ramadhan, festival takjil digelar di Kampung Budaya Piji Wetan, Jumat-Minggu (30/4-2/5/2021). Banyak menu makanan buka puasa yang akan dipamerkan dalam festival tersebut. Khususnya takjil yang bernuansa tradisional.

 

Di sini, pengunjung dapat bernostalgia dengan menu lokal, seperti minuman tradisional, lauk-pauk, aneka kue, dan jajanan lebaran. Hal itu diterangkan Ketua Kelompok Kerja Kampung Budaya Piji Wetan, Muchammad Zaini.

 

Dikatakan Zaini, kegiatan ini sebagai ikhtiar sambung rasa serta karsa antarwarga. Bagi warga yang berasal dari luar Piji untuk dapat mencoba semua masakan khas Dukuh Piji, Desa Lau tersebut.

 

“Akhirnya cita rasa khas nusantara ini bisa saling bertukar, kebudayaannya juga bisa semakin berkembang dan harapannya kerukunan keindonesiaan bisa terus dirawat,” ujarnya, Kamis (29/04/21).

 

Selain menyediakan aneka takjil, acara ini juga akan mengundang beberapa bintang tamu untuk meramaikan panggung kesenian, seperto musikus Aldino Ghozali dan Nurul Farida, Tsaqiva Kinasih Gusti, New Xroen, Teater Satoesh, Teater X-Apotek dan sastrawan muda Tyo Ardiyanto.

 

“Panitia juga mengadakan lomba adzan subuh dan lomba tarkhim sahur di Taman Dolanan. Semua acara dimulai pukul 14.30 WIB sampai selesai,” kata Zaini.

 

Menurut Zaini, perlombaan adzan subuh dan tarkhim diadakan sebagai program pencarian bakat pelestarian budaya. Tarkhim sendiri merupakan budaya adiluhung Islam Indonesia. Zaini menjelaskan, Tarkhim di Kudus selalu dilestarikan karena diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

 

“Supaya budaya tarkhim ini tidak hilang maka kami munculkan ikhtiar regerasinya melalui lomba ini,” jelas wakil ketua Lesbumi ini.

 

Begitu pula adzan subuh, imbuh Zaini, harus mulai dibudayakan diisi oleh para generasi muda, kalau bisa bahkan anak-anak. Mereka sejak dini harus diajarkan disiplin untuk bagun sebelum matahari terbit, agar memiliki karakter dan energi positif yang semakin baik. (mj/60/MF-KBPW)