Media Jateng, Semarang, – Puluhan jabatan Kepala Kelurahan di Lingkungan’ Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengalami kekosongan jabatan. Tercatat ada 55 jabatan Kepala Kelurahan hingga saat ini masih kosong dan diisi oleh pelaksana tugas (Plt).
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang Joko Hartono menegaskan saat ini pihaknya sudah melakukan penataan untuk mengisi kekosongan jabatan lurah.
“Penataan sudah kami lakukan dan tinggal proses pengajuan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN),” kata Joko.
Joko mengaku dalam penataan jabatan lurah yang merupakan eselon 4 ini harus menyesuaikan pengisian jabatan di atasnya yakni eselon 3 dan 2.
“Untuk mengisi yang di bawah (lurah) kami harus menata dulu yang di atasnya yakni eselon 2 dan 3, baru bisa kita tempatkan lurah,” tutur dia.
Joko mengatakan dalam waktu dekat pelantikan pejabat eselon 3 dan 4 termasuk di dalamnya adalah para lurah.
Sementara saat ini ada empat jabatan camat yang kosong karena camat sebelumnya naik menjadi kepala dinas. Empat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Gajahmungkur, Pedurungan, Semarang Tengah dan Mijen. Untuk sementara empat kecamatan tersebut dipimpin oleh sekretaris kecamatan yang mendapat mandat sebagai Plt Camat.
“Jadi ada eselon 3 yang naik eselon 2 lalu eselon 4 naik ke eselon 3 dan dari pelaksana nak ke eselon 4. Rencana pelantikan eselon 3 dan 4 ini sebelum tanggal 22 Februari untuk lurah dan Camat,” tandasnya.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengaku untuk mengisi jabatan lurah memang dinilai cukup rumit.
“Mau menaruh lurah ini cukup rumit, ternyata banyak yang tidak mau dijadikan lurah. Saya juga bingung kenapa alasannya. Tapi saat ini BKPP sudah memegang nama-namanya dan dikirim ke BKN. Jadi nanti tinggal menunggu pelantikan,” kaa Agustina. (ot/mj)












