3 Rekor Terpecahkan di Hias Lunpia HUT Kota Semarang ke 469

SEMARANG, Mediajateng.net – Sebanyak 150 tim dari PKK Kota Semarang adu kreativitas menghias 1.500 lunpia di Mal Ciputra, kemarin (11/5). Kegiatan menghias lunpia ini mengangkat tema “Semarangku Kebanggaanku”.
Sebagai perayaan hari jadi kota Semarang ke 469, Pemerintah Kota Semarang menggandeng Mal Ciputra dan Lunpia Delight. Dalam gelarang tersebut, masing-masing tim terdiri dari 3 anggota dan diberi waktu setengah jam untuk menghias 10 lunpia yang disediakan oleh Lunpia Delight.
Beragam kreasi muncul, dari bentuk rumah, bambu runcing hingga replika Tugu Muda. “Kami teratrik dengan bentuk bambu runcing karena melambangkan semangat perjuangan. Selain itu menghiasnya juga tidak terlalu sulit,” ujar Solichati, anggota PKK yang mewakili Kelurahan Tegalsari.
Gelaran ini pun memecahkan rekor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid). Direktur Leprid, Paulus Pangka menjelaskan, gelaran ini mampu merangsang warga untuk lebih mencintai lunpia sebagai jajanan khas Kota Semarang. “Masyarakat bisa lebih peduli dengan kuliner khas daerah masing-masing. Terlebih di pasar MEA (Masyarkat Ekonomi Asean), produk unggulan daerah sangat diandalkan,” ucapnya.
Pada kesemapatan itu, Leprid memberikan total tiga penghargaan. Mal Ciputra Semarang sebagai pemrakarsa acara, serta Kota Semarang dan Lunpia Delight sebagai penyelenggara.
Pemilik Lunpia Delight, Meilani Sugiharto menambahkan, selera warga Semarang dalam menghias lunpia, patut diapresiasi. Dengan sentuhan kreatif, lunpia menjadi lebih menggugah selera. “Ternyata lunpia bukan hanya sebagai jajanan kuliner khas Semarang, juga bisa menjadi karya seni sarat kreativitas,” ujar perempuan yang akrab disapa Cik Meme ini.
Dia berharap, gelaran ini mampu mengangkat eksistensi lunpia sebagai warisan budaya tak benda dunia yang telah diakui Unesco. Cik Meme juga mengaku tertarik dengan desain lunpia yang berbentuk miniatur Tugu Muda. “Lunpia dan Tugu Muda, sepretinya cocok. Sama-sama sebagai ikon Kota Semarang,” pungkasnya.
Mall Manager Ciputra Semarang Ani Suyatni mengatakan, aspek penilaian meliputi empat hal. Yaitu higienitas, kreatifitas, keindahan dan keserasian. Dari aspek tersebut ditetapkan Kelurahan Karangrejo sebagai juara 1, Kelurahan Gayamsari sebagai juara 2, dan juara 3 jatuh pada Bappeda Kota Semarang.
Ia menambahkan, untuk menyemarakkan HUT Kota Semarang tahun ini, Mal Ciputra Semarang kembali menyuguhkan fashion show Batik Semarang-an. Para model Exist Modelling menampilkan macam-macam batik khas Semarang milik “Kinanthi Wastra Batik”. “Sesuai tema yang kami angkat, kami memang ingin mengenalkan bahwa Semarang eksis dengan kuliner dan batiknya. Sehingga kami makin bangga menjadi orang Semarang,” tandasnya. (MJ-058)

Comments are closed.