Polres Purbalingga Rilis Kasus Jelang Ramadhan

Purbalingga – mediajateng.net

Kapolres Purbalingga AKBP Nugroho Agus Setiawan, memimpin pelaksanaan press release kasus curanmor dan perjudian di halaman mapolres. Untuk kasus curanmor, Satreskrim Polres Purbalingga berhasil mengamankan 19 unit sepeda motor sebagai barang bukti.

Tersangka yang berhasil diamankan adalah TN alias LW (34) warga Desa Pucungbedug, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara. Sementara itu satu tersangka lainnya berinisial AR (32) warga Banyumas masih dalam proses pencarian.

“Modus yang dilakukan tersangka adalah menggunakan kunci T dan mereka beraksi di tempat rawan seperti lokasi parkir baik parkiran rumah, parkiran toko dan lokasi lainnya,” ucap Kapolres melalui rilis yang dikirimkan ke mediajateng.net

IMG-20170524-WA0125

Kapolres menambahkan dengan maraknya pencurian sepeda motor kita lakukan tindakan preventif dan represif. Tindakan preventif dilakukan dari tingkat polsek dan polres dengan meningkatkan patroli. Sementara itu tindakan represif yaitu dengan menegakan hukum terhadap pelaku curanmor.

“Untuk tersangka kita kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun. Kepada warga yang pernah kehilangan sepeda motor agar bisa melakukan pengecekan barang bukti di Polres Purbalingga dengan membawa surat kelengkapan,” pungkasnya.

Sementara untuk kasus kedua yang berhasil diungkap adalah perjudian jenis togel Hongkong. Dua pelaku berhasil diamkan yaitu AP (44) warga Desa Makam Kecamatan Rembang dan PD (61) warga Desa Grantung Kecamatan Karangmoncol.

IMG-20170524-WA0127

Modus yang dilakukan adalah Tersangka PD menjual togel kepada warga. Selanjutnya uang hasil penjualan disetorkan kepada AP untuk dipasangkan taruhan di situs judi online.

Tersangka beserta barang bukti diamankan dirumahnya masing-masing. Dari para tersangka judi diamankan barang bukti berupa uang tunai, tiga telepon genggam dan kartu ATM.

Kapolres mengatakan terkait kasus judi ini, pihaknya menargetkan dalam satu bulan bisa mengungkap dua kasus. Hal ini untuk menghilangkan judi yang cukup meresahkan masyarakat. Mereka dikenakan pasal 303 KUHP Jo Pasal 2 UU RI Nomor 7 tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian. (MJ-303)