Warga Pesisir Tambaklorok Naik Kelas, dari Penerima Manfaat Menjadi Penggerak Ekonomi

admin
By
admin
5 Min Read

Media Jateng, SEMARANG – Potensi kawasan pesisir Tambak Mulyo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, mulai dikembangkan menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat.

Melalui program INTAN BAHARI (Integrasi Pertanian, Peternakan dan Olahan Ikan Bangun Ketahanan Pangan dan Alam Lestari), PLN Indonesia Power UBP Semarang mendorong warga tidak hanya menerima manfaat program, tetapi ikut mengelola dan mengembangkan berbagai potensi yang ada di lingkungan mereka.

Pertanian, perikanan, pengolahan hasil laut hingga pengelolaan sampah dan lingkungan dirangkai menjadi satu ekosistem pemberdayaan masyarakat.

Target akhirnya adalah membangun kemandirian warga sekaligus membuka peluang ekonomi baru di kawasan pesisir.

Mengubah Potensi Lokal Jadi Produk Bernilai

Manajer Administrasi PLN Indonesia Power UBP Semarang, Eva Wirabuana, mengatakan keberhasilan pemberdayaan tidak cukup hanya dengan menghadirkan fasilitas.

Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan potensi tersebut secara mandiri.

“Perubahan yang kami dorong bukan sekadar perubahan fasilitas, tetapi perubahan cara masyarakat melihat potensi di sekitarnya. Ketika masyarakat mulai mampu mengolah, memasarkan, dan mengembangkan sendiri potensi tersebut, maka pemberdayaan akan tumbuh menjadi kemandirian,” ujarnya.

Karena itu, INTAN BAHARI diarahkan untuk menghubungkan berbagai kegiatan yang sebelumnya berjalan secara terpisah.

Hasil pertanian dapat mendukung ketahanan pangan, hasil tangkapan nelayan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, sementara pengelolaan lingkungan menjadi bagian dari keberlanjutan seluruh kegiatan.

KERIS PRABU Bantu Nelayan Naikkan Nilai Hasil Tangkapan

Salah satu inovasi yang dikembangkan dalam program ini adalah KERIS PRABU, kependekan dari Kombinasi Energi Hijau untuk PengeRIng dan Pengasapan ikan menuju Produk Bernilai dan Unggul.

Inovasi tersebut dirancang untuk membantu masyarakat mengolah ikan menjadi produk kering maupun ikan asap.

Teknologinya mengadaptasi konsep Combined Cycle Power Plant yang menjadi bagian dari kompetensi inti PLN Indonesia Power.

Dengan adanya teknologi pengolahan tersebut, hasil tangkapan nelayan tidak harus langsung dijual sebagai bahan mentah.

Ikan dapat diproses terlebih dahulu sehingga memiliki nilai tambah dan berpotensi memberikan peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

KERIS PRABU juga dikembangkan menggunakan konsep zero waste. Endapan dari proses pengasapan dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan urban farming.

Konsep tersebut membuat pengembangan ekonomi berjalan beriringan dengan upaya pemanfaatan sumber daya secara lebih berkelanjutan.

Di tengah pengembangan INTAN BAHARI, muncul sejumlah tokoh masyarakat yang menjadi penggerak di tingkat lokal.

Salah satunya Sri Wahyuni, Ketua KWT Cantik Bahari sekaligus Ketua RW 15 Kelurahan Tanjung Mas.

Bersama 10 anggota KWT Cantik Bahari, Sri mengelola lahan sekitar 500 meter persegi menjadi ruang terbuka hijau dan greenhouse.

Tempat tersebut kini tidak hanya digunakan untuk menanam, tetapi juga menjadi ruang belajar masyarakat.

“Dulu kami belum terpikir bahwa lahan dan hasil yang ada di sekitar kami bisa dikembangkan sejauh ini. Sekarang ibu-ibu tidak hanya menanam, tetapi juga belajar mengolah dan menjual hasilnya. Kami ingin kegiatan ini terus berjalan dan bisa memberikan manfaat bagi warga,” tutur Sri.

Keterlibatan warga secara langsung menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.

INTAN BAHARI melibatkan sejumlah kelompok masyarakat dengan bidang kegiatan yang berbeda.

Ada KWT Cantik Bahari, Bank Sampah Pesona Bahari, Tangguh Bahari, Srikandi Cipta Bahari, Nelayan Bahari, dan Pondok Belajar Terang Bahari.

Kelompok-kelompok tersebut dikembangkan agar dapat saling mendukung dalam menciptakan ekosistem yang mencakup ekonomi, lingkungan, pangan dan pendidikan.

Program juga menggunakan pendekatan pentahelix, dengan melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas atau masyarakat serta media.

Dengan kolaborasi lintas sektor tersebut, pengembangan masyarakat diharapkan tidak bergantung pada satu pihak saja.

Bukan Sekadar Bantuan, tapi Bekal Kemandirian

PLN Indonesia Power UBP Semarang turut menggandeng LPUBTN KAS dalam proses pendampingan.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kelembagaan, inovasi dan keberlanjutan program.

Masyarakat didorong memiliki kemampuan untuk mengelola kegiatan sekaligus mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan lingkungan mereka.

Ke depan, INTAN BAHARI diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat pesisir sebagai penggerak ekonomi lokal.

Hasil pertanian dan perikanan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, kegiatan lingkungan terus diperluas, sementara ruang edukasi menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus.

Pada akhirnya, keberhasilan INTAN BAHARI tidak hanya dilihat dari fasilitas yang tersedia.

Lebih dari itu, program tersebut diarahkan agar warga Tambak Mulyo mampu mengelola potensi sendiri, menciptakan peluang ekonomi, menjaga lingkungan, dan mempertahankan ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan.(ot/mj)

Share This Article